Berita

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat , 10 Januari 2025/RMOL

Dunia

Menlu: Indonesia Gabung BRICS Demi Cegah Persaingan Ekonomi dan Geopolitik

JUMAT, 10 JANUARI 2025 | 12:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bergabungnya Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS mengemban misi yang lebih besar dari sekadar kepentingan nasional. 

Hal itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat , 10 Januari 2025. 

Menurut Menlu, lolosnya aksesi Indonesia dalam BRICS kurang dari tiga bulan setelah pengajuan, menandakan bahwa keberadaan RI betul-betul diperhitungkan. 


"Di sini kita melihat bahwa Indonesia dipandang sebagai negara penting untuk bisa bergabung," ujarnya. 

Menlu menyorotinya banyak pihak yang meragukan keputusan Indonesia gabung BRICS, karena dinilai melenceng dari arah kebijakan luar negeri bebas aktif.

"Namun justru sebaliknya keanggotaan indonesia di BRICS adalah wujud politik bebas aktif itu sendiri," tegas Sugiono.

Dia menegaskan bahwa keputusan itu diambil dengan pertimbangan matang sebagai bagian dari keteguhan diplomasi indonesia selama puluhan tahun. 

Selain demi mengamankan kepentingan bangsa, kata Menlu, keanggotaan BRICS juga memberikan kesempatan bagi Indonesia berkontribusi pada upaya perdamaian di Indo Pasifik dan penurunan tensi persaingan ekonomi dan politik global.

"Sebagai anggota BRICS Indonesia akan memastikan untuk menjembatani kepentingan negara berkembang dan kawasan Indo Pasifik dan akan terus aktif mencegah meruncingnya persaingan geo ekonomi dan geopolitik," paparnya. 

Tujuan ini, lanjut Menlu, tentunya sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Terlebih Indonesia sangat telah masuk berbagai organisasi multilateral seperti G20, APEC, MIKTA, dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan saat ini tengah berupaya menjadi bagian OECD.

"Sekali lagi bergabungnya indo dalam brics merupakan sebuah wujud dari pelaksanaan politik luar negeri indonesia yg bebas aktif," tegas Menlu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya