Berita

Penandatanganan MoU Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans)/Ist

Politik

Pendapatan Petani dan Transmigran Lampaui Gaji Menteri, Mungkinkah?

KAMIS, 09 JANUARI 2025 | 17:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dan transmigran hingga pendapatannya melampaui gaji seorang menteri. 

Hal ini ditegaskan dalam kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Jakarta, Kamis 9 Januari 2025.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman tidak ingin petani dan transmigran dianggap warga kelas dua. Dengan kolaborasi ini, diharapkan mereka mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak.


"Kita yakin dengan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi yang menyediakan lahan dan tenaga kerja, serta Kementerian Pertanian yang menyiapkan sawah, alat mesin pertanian dan bimbingan, petani dan transmigran bisa lebih sejahtera, dengan pendapatan di atas gaji Menteri," kata Iftitah.

Kerja sama ini bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian. Tahun ini, pemerintah menargetkan membuka 500 ribu hektare lahan baru dan mencetak sawah di wilayah prioritas.

Pendekatan "Brigade Pangan" juga akan diterapkan, di mana 15 petani akan dilatih untuk mengelola setiap 200 hektare lahan dengan bantuan alat mesin modern.

"Kami siap mendukung Kementerian Pertanian sebagai leading sector dalam swasembada pangan ini. Ibaratnya, Kementan sebagai Infanteri, kami siap mendukung sebagai Kavaleri," tandasnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan bahwa program ini sudah menunjukkan hasil. Program ini merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Dengan teknologi modern, petani muda di berbagai daerah sudah bisa menghasilkan Rp15-20 juta bersih per bulan," tutup Mentan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya