Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Peluang Ekspor Tambang RI ke Pasar India dan China Terbuka Lebar

KAMIS, 09 JANUARI 2025 | 13:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS diharapkan dapat menjadi manfaat terutama untuk pasar ekspor tambang terutama ke India dan China.. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, dua negara tersebut memiliki potensi yang besar karena populasinya yang besar. 

"Dengan Indonesia masuk BRICS itu adalah dalam rangka pemanfaatan pasar. Itu kan untuk ekspor, seperti India dan China, mereka populasinya cukup besar, potensinya besar," ujar Yuliot di Kantor ESDM, Jakarta, dikutip Kamis 9 Januari 2025. 


Ia menekankan, keputusan bergabung dalam BRICS berdasarkan pertimbangan mendalam terhadap dampaknya pada sektor energi dan sumber daya mineral domestik.

Namun begitu, Yuliot mengaku masih terus mempelajari dampak keanggotaan resmi Indonesia dalam BRICS terhadap pertambangan di dalam negeri. 

"Kami lagi pelajari dampaknya kita masuk BRICS," kata Yuliot.

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS mencerminkan komitmen terhadap kerja sama global yang lebih inklusif dan setara, tidak hanya memberikan peluang pasar baru tetapi juga mendukung reformasi institusi global. 

Bergabungnya Indonesia dengan BRICS diumumkan secara resmi oleh pemerintah Brasil pada 6 Januari 2025. 

Langkah ini dilakukan setelah melalui proses panjang yang melibatkan kajian dan diplomasi intensif. Keputusan tersebut juga merupakan respons atas rekomendasi yang diberikan para pemimpin BRICS pada Agustus 2023.

Brasil, sebagai ketua BRICS, menyambut positif kehadiran Indonesia dalam aliansi ekonomi ini. Dalam pernyataannya, Brasil menyoroti potensi besar Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Memiliki populasi besar, Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung reformasi tata kelola global.

"Indonesia, yang memiliki populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki kesamaan pandangan dengan anggota-anggota BRICS lainnya terkait dengan dukungan atas reformasi institusi global dan kontribusi positif untuk menguatkan kerja sama antara negara-negara Selatan Global," demikian pernyataan Pemerintah Brasil.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya