Berita

Ilustrasi gempa/Ist

Nusantara

Permintaan Pelatihan Mitigasi Bencana di Jakarta Melonjak Gegara Isu Megathrust

RABU, 08 JANUARI 2025 | 09:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dampak isu megathrust, permintaan terhadap pelatihan mitigasi bencana gempa di Jakarta terus meningkat. 

"Kami kini banyak diminta untuk memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus disiapkan, siapa yang harus menjadi aktor utama, dan apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dikutip Rabu 8 Januari 2024.

BPBD DKI Jakarta kini aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana ke berbagai pihak, baik di gedung-gedung tinggi, perkantoran, hingga komunitas masyarakat di tingkat RT dan RW. 


Masyarakat dapat mengakses layanan pelatihan ini melalui kanal komunitas atau layanan WhatsApp yang disediakan oleh BPBD.

"Kami siap untuk datang ke gedung-gedung atau komunitas untuk memberikan informasi mengenai langkah-langkah mitigasi bencana gempa," kata Yohan.

Yohan melihat semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya mitigasi bencana. 

"Dengan adanya isu megathrust, masyarakat kini lebih sadar bahwa bencana bisa datang kapan saja, dan kesiapan menghadapi bencana harus dimulai dari sekarang," kata Yohan.

Yohan menegaskan bahwa ketika terjadi megathrust, dampaknya akan lebih terasa jika gempa terjadi pada siang hari, saat banyak orang berada di kantor-kantor. 

Tanpa adanya peringatan atau sosialisasi yang memadai, warga dapat menganggap situasi tersebut sebagai hal biasa, tanpa kewaspadaan yang diperlukan.

"Setiap gedung tinggi di Jakarta harus memiliki prosedur operasi standar (SOP) untuk menghadapi bencana, termasuk gempa. Di antaranya, setiap gedung harus memiliki floor captain yang bertanggung jawab untuk setiap lantai, serta pelatihan-pelatihan mengenai kesiapan menghadapi gempa," kata Yohan.

Dalam hal mitigasi bencana, BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi gempa dan tsunami. 

BMKG telah menempatkan alat Tsunami Early Warning System (TEWS) di BPBD yang dapat memberikan notifikasi segera saat terjadi gempa berpotensi tsunami.

Yohan menambahkan, informasi mengenai potensi megathrust harus terus disampaikan kepada masyarakat. Tanpa adanya edukasi yang memadai, banyak orang yang kurang peduli terhadap potensi gempa yang dapat terjadi kapan saja.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya