Berita

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. DJojohadikusumo dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional bertema "Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan" di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa, 7 Januari 2025/RMOL

Politik

Diulas Hashim Djojohadikusumo

Gerindra Sejak Dulu Perjuangkan Kaum Disabilitas Hingga Lahir UU 8/2016

SELASA, 07 JANUARI 2025 | 12:51 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Gerindra konsisten dalam menggandeng kaum disabilitas untuk mendapatkan kesejahteraan dan kesetaraan hak di publik.

Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional bertema "Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan" di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa, 7 Januari 2025.

"Dari dulu sejak April 2015 saya dan Pak Prabowo di Balai Kartini minta lahirnya UU Disabilitas," kata Hashim.


Perjuangan itu tidak sia-sia, beberapa tahun setelahnya lahir UU 8/2016 yang mengatur tentang penyandang disabilitas. 

UU ini bertujuan untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat hidup sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi.

"Partai Gerindra telah mulai memberikan perhatian dan dukungan kepada para penyandang disabilitas sejak 2015. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa pencapaian yang kami percaya merupakan manfaat besar bagi para penyandang disabilitas,” beber Hashim.  

“Salah satu pencapaian tersebut adalah terwujudnya UU Nomor 8 Tahun 2016 dimana di pasal 13 diatur hak-hak politis seperti memilih dan dipilih dalam jabatan politik, memilih partai politik, berperan secara efektif dalam sistem Pemilu dan lain sebagainya," jelasnya.

Hashim pun menyoroti Pasal 53 dari UU 8/2016 tentang kewajiban pemerintah dan swasta untuk mempekerjakan para penyandang disabilitas di dalam instansi dan perusahaan mereka.

Maka dari itu, ia yakin Presiden Prabowo mampu membawa para kaum disabilitas dapat berkarya dan bekerja lebih baik.

Dari hasil pekerjaan itu, kaum disabilitas mampu berkarya dan semakin eksis dalam dunia industri.

Kendati demikian, Gerindra tidak ingin perhatian ke kaum disabilitas diartikan sebagai dukungan politik praktis.

Dalam acara ini turut hadir beberapa tokoh diantaranya Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Ketua MPR Ahmad Muzani dan beberapa keluarga Presiden Prabowo seperti Bianti Djiwandono, Maryani Djojohadikusumo serta tamu lainnya.

Tak lupa, Hashim juga menyapa sebanyak 23 komunitas penyandang disabilitas yang hadir dalam acara ini, berikut daftarnya; Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Majelis Taklim Disabilitas Fathul Ulum (MTDFU), Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN), Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Daud Ministry, Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia (YDKI), Yayasan Tunanetra Swabyma, Aliansi Pemuda Disabilitas Indonesia (APDI), Siswa Terpadu, Yayasan Sinergi Disabilitas Indonesia (YaSDI).

Selanjutnya, Anggrek Karya Cacat Berkreasi, Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD), Yayasan Sehat Jiwa Raga (SEHJIRA), Yayasan Louis Braille Indonesia, Komunitas Cahaya Al Qur'an Braille (YLBI) dan (CAQUB), Sekolah Khusus Yenaiz, Komunitas Disabilitas Jakarta (KDJ), Forum Tunanetra Fisabilillah (FORTUFIS), Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (PORTADIN), Down Syndrome & Autis Yang Manfaat Untuk Umat, serta Ramah Cerebral Palsy Bogor.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya