Berita

Jurubicara DPP PDIP Muhammad Guntur Romli/Ist

Politik

PDIP:

Jokowi Gagal Kerahkan Buzzer Halau Berita Pemimpin Terkorup

SENIN, 06 JANUARI 2025 | 11:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merepons pemberitaan media luar negeri, Channel News Asia (CNA) Sigapura, terkait Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam daftar pemimpin paling korup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Jurubicara DPP PDIP Muhammad Guntur Romli menilai bahwa Jokowi gagal mengerahkan para pendengung atau buzzer yang mencoba menghalau pemberitaan tersebut. 

“Jokowi gagal mengerahkan buzzer-buzzernya untuk menangkal pemberitaan OCCRP malah berita Jokowi salah seorang Terkorup 2024 semakin mendunia,” ujar Guntur kepada RMOL, Senin 6 Januari 2025. 


Guntur menyarankan Jokowi untuk bertobat dan memperbaiki diri ketimbang mengerahkan buzzer politik menghalau narasi yang berdasarkan riset tersebut. 

“Jokowi harus bertobat menggunakan buzzer-buzzer dan mengganti konsultannya karena kontraproduktif,” tegasnya. 

Guntur lantas menyinggung soal insiden pameran lukisan Seniman Yos Suprapto yang dilarang karena bernada kritik terhadap Jokowi. 

Akibat pelaragan, Yos malah makin terkenal dan lukisannya laris. 

Sama halnya dengan berita Jokowi finalis pemimpin korup versi OCCRP. 

“Situs berita dihapus karena ditekan, malah makin mendunia berita terkorupnya,” kata Guntur.

Lebih jauh, Gutur meyakini bahwa cara-cara intimidatif yang dilakukan oleh Jokowi dan kaki-tangannya tidak akan bisa membendung fakta. 

“Cara melarang-larang, menekan-nekan, intimidasi malah bikin kontraproduktif,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya