Berita

Pemain tim basket Maccabi Tel Aviv/Net

Dunia

Belum Tanding, Tim Basket Israel Sudah Diboikot Suporter Paris

MINGGU, 05 JANUARI 2025 | 13:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Para penggemar tim Bola Basket Paris telah mengumumkan boikot terhadap pertandingan EuroLeague melawan Maccabi Tel Aviv, yang dijadwalkan pada 16 Januari mendatang.

Kelompok penggemar klub Kop Parisi menyebut pertandingan itu tidak biasa karena tim yang bertanding berasa dari negara yang melakukan kejahatan kemanusiaan di Palestina.

"Mengingat keadaan saat ini, kami tidak dapat mengabaikan situasi yang sedang berlangsung di Palestina. Ini bukan pertandingan biasa," tegas mereka dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat New Arab pada Minggu, 5 Desember 2024.


Untuk itu mereka memutuskan memboikot pertandingan tim Paris melawan tim Israel, berjanji tidak akan hadir dalam pertandingan sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina.

"Oleh karena itu, kami tidak akan hadir, bernyanyi, atau melambaikan bendera kami di tribun. Tidak seorang pun akan mewakili grup kami selama pertandingan ini. Ada hal-hal yang lebih besar dari bola basket," tegas mereka.

Solidaritas di antara penggemar olahraga Eropa terhadap kondisi Palestina terjadi di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza, yang menewaskan puluhan orang setiap harinya.

Baru-baru ini, para pendukung Bola Basket Nanterre mengganggu pertandingan EuroCup melawan Hapoel Holon dari Israel dengan menyerbu lapangan sambil membawa bendera Palestina, yang memicu penangguhan sementara pertandingan dan respons keamanan yang ketat.

Demikian pula, para penggemar sepak bola Paris Saint-Germain menghadapi penyelidikan bulan lalu setelah mereka membentangkan spanduk raksasa bertuliskan 'Bebaskan Palestina' sebelum pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid, delapan hari sebelum Prancis menghadapi Israel di Paris dalam pertandingan Nations League.

Boikot Kop Parisi dilakukan karena EuroLeague terus menghadapi kritik karena mengikutsertakan tim-tim Israel meskipun mendapat tentangan luas.

Kompetisi sepak bola yang dihadiri oleh penggemar klub Israel dan tim nasional telah memicu ketegangan sepanjang tahun, di tengah serangan militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 45.000 warga Palestina sejak 7 Oktober tahun lalu.

Penggemar sepak bola Israel memiliki rekam jejak meneriakkan slogan-slogan anti-Palestina, anti-Arab, dan Islamofobia selama bertahun-tahun selama pertandingan sepak bola, yang sering ditujukan kepada pemain asal Arab dan Palestina.

Pada bulan November, penggemar Maccabi Tel Aviv meneriakkan slogan-slogan anti-Arab dan rasis saat mengunjungi ibu kota Belanda, Amsterdam, yang memicu kekerasan.

Kerusuhan dimulai di Amsterdam saat anggota komunitas Maroko di kota itu berhadapan dengan para hooligan sepak bola. Pihak berwenang Belanda mengklaim enam puluh dua orang ditangkap terkait dengan kekerasan tersebut.

Pada bulan Desember, Pengadilan Distrik Amsterdam menjatuhkan hukuman hingga enam bulan terhadap lima orang yang terlibat dalam kekerasan tersebut.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya