Berita

Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah, Jibril Rajoub/Net

Global

Sekjen Fatah: Bukan Tugas Otoritas Palestina Tembak Tentara Israel

MINGGU, 05 JANUARI 2025 | 10:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pasukan Otoritas Palestina disebut tidak memiliki kewajiban menembak pasukan pendudukan Israel.

Begitu yang disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah, Jibril Rajoub di televisi Palestina pada Sabtu, 4 Desember 2024.

Dalam wawancaranya, Rajoub menegaskan bahwa bukan tugas pasukan keamanan Otoritas Palestina melawan pasukan pendudukan Israel.


"Bukan tugas Otoritas Palestina untuk menembak orang Israel," ujar Rajoub seperti dimuat Middle East Monitor.

Sekjen Fatah itu menyebut pihaknya sangat terbuka untuk diskusi dan tidak ingin memicu pertempuran yang tidak perlu.

"Bukan tugas (pasukan Palestina) memicu perang. Partai kami sangat terbuka untuk diskusi," tegasnya lagi.

Kendati demikian, pernyataan Rajoub memicu kritik karena Otoritas Palestina menggunakan pasukan polisinya untuk menargetkan faksi perlawanan Palestina di Tepi Barat yang diduduki dengan persetujuan eksplisit dari tentara Israel.

Pasukan keamanan Palestina menggelar operasi militer "Melindungi Tanah Air" terhadap kelompok resistensi di kamp pengungsi Jenin sejak 5 Desember lalu.

Sedikitnya sembilan orang Palestina tewas, termasuk jurnalis muda Shatha Al-Sabbagh.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa operasi militer itu telah menerima persetujuan eksplisit dari tentara pendudukan Israel.

Channel 14 Israel telah mengonfirmasi bahwa Israel mengeluarkan tenggat waktu yang jelas bagi Otoritas Palestina untuk menyelesaikan tugasnya menghilangkan perlawanan di Jenin, dengan dalih mengakhiri "pelanggaran hukum."

Aparat keamanan Otoritas Palestina, yang dibentuk di bawah bimbingan Amerika melalui program pelatihan Letnan Jenderal Keith Dayton, telah berkembang menjadi apa yang oleh para kritikus digambarkan sebagai pasukan proksi untuk kepentingan Israel.

Sebuah studi tahun 2017 mengungkapkan bahwa sektor keamanan mempekerjakan sekitar setengah dari semua pegawai negeri sipil Palestina, menghabiskan hampir 1 miliar dolar AS dari anggaran Otoritas Palestina dan menerima sekitar 30 persen dari total bantuan internasional, termasuk sebagian besar dana AS.

Anggaran pasukan keamanan melebihi gabungan pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Doktrin keamanan Otoritas Palestina telah bergeser dari melindungi komunitas Palestina menjadi secara aktif menekan kelompok perlawanan, termasuk protes damai, sering kali melalui cara-cara brutal.

Ini termasuk penangkapan ilegal dan penyiksaan, sebagaimana dibuktikan dalam kasus-kasus seperti kematian aktivis Nizar Banat pada tahun 2021.

Baru-baru ini, Otoritas Palestina juga menghentikan operasi siaran Al Jazeera di Tepi Barat karena dinilai menyiarkan  konten yang menghasut dan menyebarkan informasi yang salah.

Langkah tersebut secara luas ditafsirkan sebagai upaya untuk menyembunyikan skala penindasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya