Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Biden Resmi Blokir Akuisisi US Steel oleh Nippon Steel

SABTU, 04 JANUARI 2025 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi memblokir upaya perusahaan baja asal Jepang, Nippon Steel, untuk mengakuisisi US Steel senilai 14,9 miliar Dolar AS pada Jumat, 3 Januari 2025 waktu setempat.

Biden menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi melindungi keamanan nasional AS.

"Akuisisi itu akan menempatkan salah satu produsen baja terbesar Amerika di bawah kendali asing dan menciptakan risiko bagi keamanan nasional dan rantai pasokan penting kita," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Nikkei Asia.


Biden menegaskan bahwa US Steel adalah perusahaan yang sangat penting bagi AS.

"Seperti yang telah saya katakan berkali-kali, produksi baja - dan pekerja baja yang memproduksinya - adalah tulang punggung negara kita," tambahnya. 

Merespons keputusan tersebut, Nippon Steel berencana mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah AS. Gugatan ini akan berfokus pada hasil tinjauan Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) yang menjadi dasar keputusan Biden.

"Pernyataan dan perintah Presiden tidak memberikan bukti kredibel apa pun tentang masalah keamanan nasional, yang memperjelas bahwa ini adalah keputusan politik," demikian pernyataan resmi Nippon Steel dan US Steel.

"Setelah keputusan Presiden Biden, kami tidak punya pilihan selain mengambil semua tindakan yang tepat untuk melindungi hak-hak hukum kami," lanjut pernyataan tersebut.

Penolakan ini didukung oleh serikat pekerja United Steelworkers (USW) yang khawatir akuisisi ini akan membuat produksi baja dipindahkan ke luar negeri. 

Presiden USW International, David McCall, menyambut keputusan Biden dengan positif.

"Jelas dari kinerja keuangan US Steel baru-baru ini bahwa perusahaan dapat tetap menjadi perusahaan yang kuat dan tangguh," kata McCall.

Ia mendesak dewan direksi US Steel untuk memastikan perusahaan tetap stabil dan menguntungkan.

John Kirby, Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih, menegaskan bahwa keputusan ini bukan terkait hubungan bilateral dengan Jepang.

"Ini bukan tentang hubungan luar biasa yang kami miliki dengan Jepang, melainkan soal mempertahankan salah satu produsen baja terbesar di AS tetap dimiliki oleh Amerika," tegas Kirby.

Namun, pernyataan Kirby dibantah oleh Heino Klinck, mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Asia Timur, yang menyebut keputusan Biden sebagai kesalahan diplomatik.

"Seharusnya tidak ada masalah keamanan nasional yang membenarkan pemblokiran ini, mengingat Jepang adalah sekutu terdekat kita dan menjadi tuan rumah bagi lebih banyak pasukan AS dibanding negara lain," ujar Klinck.

Untuk diketahui, pada Juni 2024, terdapat hampir 53.000 personel militer aktif AS yang ditempatkan di Jepang.

Sebelum keputusan ini diambil, Nippon Steel sempat menawarkan sejumlah komitmen untuk menjaga produksi US Steel tetap berjalan. 

Mereka berjanji untuk tidak mengurangi kapasitas produksi US Steel selama 10 tahun, memberikan hak veto kepada pemerintah AS untuk menolak pengurangan kapasitas produksi, juga menginvestasikan 2,7 Miliar Dolar AS di fasilitas produksi US Steel. 

Ini juga termasuk menunjuk warga negara AS dalam dewan direksi. Namun, semua komitmen tersebut tidak cukup untuk membatalkan keputusan Biden.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya