Berita

Dirut Lion Air Daniel Putut Adi/Repro

Bisnis

Lion Air akan Terbangkan Jemaah Haji 2025

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 10:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah menunjuk Lion Air Group menjadi salah satu maskapai penerbangan yang melayani haji 2025.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT. Lion Air  Group Daniel Putut Adi dalam rapat kerja bersama panitia haji 2025 di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jumat 3 Januari 2025.

“Pemerintah memberikan kepercayaan kepada kami di 2025 untuk ikut melayani ibadah haji Indonesia untuk musim haji tahun 2025,” kata Daniel. 


Daniel menerangkan, Lion Air telah melayani jemaah haji selama dua tahun pada tahun 2011 namun untuk maskapai asal Arab Saudi Flynas. 

Pesawat-pesawat milik Lion Air itu disewa Flynas untuk mengangkut jemaah haji dari Afrika, Eropa, Asia Tengah, Asia, dan Indonesia. 

"(Sementara) hampir 13 tahun kami melayani untuk jemaah-jemaah umrah,” kata Daniel.

Menurut Daniel, Lion Air siap melayani jemaah haji lantaran memiliki sejumlah pengalaman menerbangkan tamu-tamu Allah dari Indonesia.

“Kami siap 100 persen, karena kami sebetulnya sudah mulai menjalankan atau melayani jemaah umrah Indonesia, sejak tahun 2009. Jadi sejak kita memiliki pesawat wide body waktu itu pesawatnya tipe Boeing 747-400 dengan dua pesawat,” tutup Daniel.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya