Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Laporan OCCRP Bukti Jokowi Banyak Tinggalkan Warisan Abuse of Power

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 06:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang memasukkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam daftar finalis pemimpin paling korup di dunia menjadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Mantan Komisioner KPK, M. Jasin mendorong agar lembaga penegak hukum di Indonesia menindaklanjuti laporan OCCRP tersebut.

Menurut Jasin, laporan tersebut telah membuktikan bahwa rezim Jokowi melakukan penyalahgunaan wewenang yang sejatinya merupakan mandat rakyat.                     


“Jangan menjadi semacam, katakanlah sikap toleransi bahwa sudah menjadi presiden bisa berbuat apa-apa sesuai dengan keinginannya yang melanggar aturan perundangan. Itu tidak bisa, itu bisa menjadi lesson untuk presiden-presiden berikutnya. Jadi itu harus hati-hati dalam melaksanakan tugasnya,” kata Jasin dikutip dalam kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Kamis malam, 2 Januari 2025.
 
Menurutnya, presiden harus akuntabel dan tidak melakukan abuse of power dalam mengemban amanat konstitusi. 

“Nah ini kan kelihatannya banyak abuse of power yang dilakukan saat Jokowi memerintah,” ungkap dia.

“Sehingga jadi presiden itu harus menjadi role model, harus menjadi contoh, menjadi bapak yang bisa menyelesaikan segala persoalan pemerintah yang dihadapinya,” tegas Jasin.

Ia juga menjelaskan bahwa korupsi merupakan musuh utama bangsa yang harus dibasmi. Pasalnya, korupsi merupakan penyebab terjadinya kemiskinan.
  
“Pada masalah yang berat di Indonesia, ini kan korupsinya. Di negara-negara manapun yang korupsinya tinggi, negaranya (pasti) akan banyak permasalahan, termasuk utang luar negeri, termasuk kemiskinan. Korupsi itu pasti miskin negaranya, masyarakat banyak yang kelaparan,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya