Berita

CEO Politics Marketing Consulting (PolMark) Indonesia Eep Saefulloh Fatah/Repro

Politik

Prabowo Lebih Memilih Dekat Megawati Ketimbang Jokowi

RABU, 01 JANUARI 2025 | 17:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konflik politik antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) makin meruncing setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka pada 24 Desember lalu. 

Konflik politik itu diyakini sangat berpengaruh terhadap sikap politik yang akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menjalankan pemerintahannya.

“Menurut hemat saya, Prabowo pasti akan bersikap secara politis dengan tidak serta merta secara tergesa-gesa menempatkan diri sebagai pendukung Megawati atau Jokowi,” ujar CEO Politics Marketing Consulting (PolMark) Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, dalam podcast di kanal YouTube @KeepTalking yang dikutip Rabu, 1 Januari 2025. 


Eep memaparkan, kedekatan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati membuatnya berhati-hati dalam mengambil sikap politik. Namun, ia tak sependapat jika Prabowo akan lebih memilih tetap dekat dengan Jokowi.

“Tentu saja orang mengatakan bahwa Prabowo orang yang sangat dekat dengan Jokowi, orang yang berjasa membuatnya menjadi Presiden. Karena sebab itu orang mengasumsikan Prabowo lebih dekat dengan Jokowi. Izinkan saya membantah teori itu,” tegasnya.

Eep mengatakan, kebutuhan Prabowo itu bukan hanya berterima kasih atas 'masa lalu' tetapi juga menata 'masa depan'. 

Oleh karena itu, ia meyakini Prabowo lebih memilih dekat dengan Megawati ketimbang Jokowi. Ini lantaran dari sisi kepentingan politik ke depan lebih menguntungkan bagi Prabowo.

“Untuk kebutuhan berterima kasih kepada masa lalu, menurut hemat saya, memang Prabowo cenderung dekat dengan Jokowi. Tetapi untuk kebutuhan menata masa depan, kebutuhan Prabowo mendekat ke Megawati atau sebaliknya jauh lebih tegas kepentingannya dibandingkan dengan kebutuhan mendekatnya Prabowo dengan Jokowi,” jelasnya. 

“Inilah dia yang saya bilang struktur konflik semakin rumit,” tandas Eep.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya