Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Imbas Gejolak Politik, Inflasi di Korsel Melonjak 1,9 Persen

RABU, 01 JANUARI 2025 | 15:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Inflasi di Korea Selatan tercatat melonjak sebesar 1,9 persen pada Desember 2024 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. 

Menurut data yang dirilis oleh Statistik Korea, kenaikan inflasi pada Desember 2024 ini melebihi angka 1,5 persen yang tercatat pada November 2024. Ini juga menjadi kenaikan inflasi tercepat dalam empat bulan terakhir. 

Beberapa survei sebelumnya memperkirakan kenaikan inflasi negara ini berada di kisaran 1,7 persen.


Walaupun inflasi mengalami kenaikan, angka tersebut masih lebih rendah dari prediksi Bank Sentral Korea, yang memperkirakan tingkat inflasi akan mencapai 2 persen pada akhir tahun. 

Sepanjang tahun 2024, inflasi Korea Selatan tercatat mengalami kenaikan total sebesar 2,3 persen, yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan 3,6 persen pada tahun 2023. Kenaikan tahunan ini menjadi yang paling rendah dalam empat tahun terakhir.

Naiknya inflasi negeri Ginseng Merah ini terjadi di tengah gejolak politik yang dipicu oleh pemberlakuan darurat militer singkat oleh Presiden Yoon Suk Yeol, yang akhirnya menyebabkan pemakzulannya.

“Dampak terhadap inflasi dari mata uang yang lebih lemah mungkin akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, tetapi kekhawatiran terbesar saat ini adalah melemahnya sentimen konsumen,” kata Ahn Jae-kyun, seorang analis di Shinhan Investment.

Tantangan Korea Selatan juga makin diperparah oleh kecelakaan pesawat Jeju Air pada Minggu 29 Desember 2024 kemarin yang menewaskan 179 orang dari 181 penumpang. 

Penjabat Presiden Choi Sang-mok telah mengumumkan masa berkabung selama seminggu hingga 4 Januari, sehingga kemungkinan akan membebani sentimen konsumen domestik.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya