Berita

Ilustrasi/Reuters

Tekno

Peretas China Dituding Bobol Departemen Keuangan AS

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 15:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peretas yang diduga disponsori oleh Tiongkok dituduh telah membobol Departemen Keuangan AS pada awal bulan ini dan mencuri dokumen dari komputer kantor.

Tuduhan ini disampaikan melalui surat kepada anggota parlemen baru-baru ini. Menurut surat tersebut, peretas ini berhasil mengeksploitasi celah pada penyedia layanan keamanan siber pihak ketiga dan mengakses dokumen yang tidak bersifat rahasia.

"Peretas berhasil mengakses kunci yang digunakan oleh vendor untuk mengamankan layanan berbasis cloud yang dipakai untuk memberikan dukungan teknis jarak jauh bagi pengguna Departemen Keuangan (DO)," demikian isi surat tersebut, dikutip dari Reuters Selasa 31 Desember 2024.


Dengan akses ke kunci yang dicuri, peretas bisa mengabaikan sistem keamanan dan mengakses stasiun kerja beberapa pengguna Departemen Keuangan, serta memperoleh dokumen tidak rahasia yang ada di sana.

Setelah diberi peringatan oleh penyedia layanan keamanan siber BeyondTrust, Departemen Keuangan mengungkapkan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) serta FBI untuk menilai dampak dari peretasan ini.

Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menolak bertanggung jawab atas peretasan tersebut, dengan mengatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang serangan fitnah AS tanpa dasar fakta apa pun.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya