Berita

Elon Musk/Net

Dunia

Elon Musk Dituduh Intervensi Hasil Pemilu Jerman

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 11:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Miliarder pemilik SpaceX dan Tesla, Elon Musk dituduh mencoba mengintervensi hasil pemilihan umum Jerman yang akan segera digelar pada Februari 2025 mendatang.

Juru bicara pemerintah Jerman dalam unggahan di X menyebut Musk berusaha menggiring opini warga agar mendukung partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) melalui sebuah artikel opini di surat kabar Welt am Sonntag.

"Memang benar bahwa Elon Musk mencoba memengaruhi pemilihan federal," cuit jubir Jerman, seperti dimuat AFP pada Selasa, 31 Desember 2024. 


Menurutnya Musk memang memiliki hak untuk mengutarakan pendapatnya, tetapi apa yang disampaikan pemilik X itu pada artikelnya hanya omong kosong 

"Lagipula, kebebasan berpendapat juga mencakup omong kosong terbesar," kata dia lagi. 

Jubir menilai dukungan Musk terhadap AfD adalah rekomendasi untuk memilih partai yang sedang dipantau (oleh intelijen domestik) karena dicurigai sebagai ekstremis sayap kanan.

Musk, orang terkaya di dunia, memiliki investasi yang cukup besar di Jerman. Ia memuji pendekatan partai AfD terhadap regulasi, pajak, dan deregulasi pasar.

Intervensinya dilakukan saat warga Jerman bersiap untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen pada 23 Februari setelah runtuhnya pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Kanselir Olaf Scholz. 

Musk juga menyerukan pengunduran diri Scholz setelah sebuah mobil menabrak kerumunan di pasar Natal pada 20 Desember, menewaskan lima orang.

AfD saat ini berada di posisi kedua dalam jajak pendapat di belakang oposisi utama konservatif, dan mungkin dapat menggagalkan mayoritas sayap kanan-tengah atau sayap kiri-tengah dalam pemilihan tersebut.  

Partai-partai arus utama Jerman telah berjanji untuk tidak bekerja sama dengan AfD di tingkat nasional.

Politisi Jerman telah mengecam Musk atas dukungannya terhadap AfD, dengan salah satu pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) Scholz membandingkannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Keduanya ingin memengaruhi pemilihan umum kita dan secara khusus mendukung musuh demokrasi AfD. Mereka ingin Jerman dilemahkan dan terjerumus ke dalam kekacauan," kata Lars Klingbeil kepada grup berita Funke pada hari Senin, 30 Desember 2024.

Friedrich Merz, pemimpin oposisi Partai Demokrat Kristen dan calon favorit saat ini untuk menggantikan Scholz sebagai kanselir, mengatakan kepada Funke bahwa komentar Musk cukup mengganggu dan sok.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya