Berita

Foto menunjukkan pemimpin DPRK Kim Jong-un menghadiri pertemuan besar Rapat Pleno Kesebelas Komite Sentral Kedelapan di Pyongyang/KCNA

Dunia

Pimpin Rapat Akhir Tahun, Kim Jong Un Bahas Agenda 2025 Hingga Strategi Baru Lawan Provokasi AS

MINGGU, 29 DESEMBER 2024 | 17:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partai yang berkuasa di Korea Utara Workers' Party of Korea (WPK) atau Partai Pekerja Korea menggelar rapat akhir tahun penting di Pyongyang dan dipimpin langsung oleh Pemimpin Tertinggi, Kim Jong Un.

Rapat Besar Rapat Pleno Kesebelas Komite Sentral Kedelapan WPK yang diselenggarakan dari tanggal 23 hingga 27 Desember 2024 itu menyetujui beberapa usulan agenda, termasuk tinjauan pelaksanaan kebijakan partai dan negara tahun ini dan arah upaya untuk tahun 2025, penilaian kebijakan pembangunan daerah yang baru, pembahasan pelaksanaan anggaran negara untuk tahun 2024 dan rancangan anggaran negara untuk tahun 2025 serta perombakan personel.

Mengutip laporan Kantor Berita Resmi KCNA, selama rapat pleno, Sekretaris Jenderal WPK Kim Jong Un menyoroti pencapaian DPRK pada tahun 2024, termasuk upaya bantuan bencana dan rekonstruksi skala besar sebagai respons terhadap banjir.


"Ketika bencana banjir terjadi di beberapa daerah tahun ini, WPK meluncurkan proyek restorasi besar-besaran dengan keputusannya yang tepat waktu dan, pada saat yang sama, mengoperasikan sistem darurat untuk membawa korban banjir ke ibu kota Pyongyang untuk memberi mereka kondisi kehidupan yang stabil dan nyaman serta memberikan pendidikan kepada anak-anak sekolah," ujar Kim.

Dia mengungkap perkembangan proyek rehabilitasi berskala besar dilaksanakan di provinsi Phyongan Utara, Jagang, dan Ryanggang yang dilanda banjir.

Kim juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan hasil nyata, di mana Korea Utara berhasil mencapai 12 sasaran ekonomi nasional. Keberhasilan dalam pembangunan daerah dengan rampungnya pembangunan 10.000 flat di daerah Hwasong dan proyek pembangunan perumahan di daerah Komdok.

Pemimpin tertinggi Korea Utara lebih lanjut menguraikan arah umum kerja untuk tahun 2025, termasuk fokus pada pertumbuhan ekonomi nasional, kebutuhan untuk berhasil mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi dan membawa perubahan substansial dalam kehidupan masyarakat.

Secara khusus, Kim menyoroti pentingnya mencapai tujuan produksi biji-bijian dan meningkatkan kualitas bumbu dapur dan barang-barang konsumen.

Mengenai kebijakan luar negeri, Kim menekankan strategi tindakan balasan anti-AS yang paling keras untuk menjaga kepentingan dan keamanan nasional jangka panjang, dan secara positif mempromosikan pengembangan hubungan dengan negara-negara sahabat.

"Pidato penutup mengklarifikasi strategi untuk tindakan balasan anti-AS terberat yang akan diluncurkan secara agresif oleh DPRK demi kepentingan dan keamanan nasional jangka panjangnya," ungkap KCNA.

Mengenai pertahanan nasional, pemimpin Korea itu menekankan bahwa negara harus melawan provokasi militer Amerika Serikat dan sekutunya, mempromosikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan serta industri pertahanan, dan meningkatkan kemampuan pencegahan perang untuk membela diri.

Selain itu, pertemuan partai mengumumkan beberapa perombakan personel yang melibatkan serangkaian pengangkatan besar.

Menurut siaran pers dari sesi pleno yang disiarkan oleh KCNA, Pak Thae Song ditunjuk sebagai perdana menteri baru negara itu dan dipilih sebagai anggota presidium Biro Politik Komite Sentral WPK.

Sementara itu, Choe Son Hui, menteri luar negeri negara itu, dipilih sebagai anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea dalam rapat tersebut.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya