Berita

Sara Netanyahu/Net

Dunia

Istri Netanyahu dalam Penyelidikan Kasus Dugaan Intimidasi Saksi

JUMAT, 27 DESEMBER 2024 | 13:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah kasus hukum terkait penipuan dan suap yang dihadapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kini istrinya, Sara Netanyahu juga ikut terseret.

Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara, telah memerintahkan polisi untuk membuka penyelidikan terhadap Sara yang diduga melakukan intimidasi terhadap lawan politik dan seorang saksi dalam persidangan korupsi Netanyahu.

“Penyelidikan harus dibuka terkait dugaan intimidasi saksi dan penghalangan keadilan terkait temuan dari program ‘Fact’,” ungkap Kementerian Kehakiman dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Associated Press pada Jumat, 27 Desember 2024.


Miara menjelaskan penyelidikan akan difokuskan pada temuan laporan terbaru oleh investigasi Uvda terhadap Sara Netanyahu.

Penyelidikan tersebut mengungkap banyak pesan WhatsApp, di mana Sara tampak memerintahkan seorang mantan ajudan untuk mengorganisir protes terhadap lawan politik dan mengintimidasi Hadas Klein, seorang saksi kunci dalam persidangan tersebut.

Laporan Uvda mengaitkan Sara dan Hanni Bleiweiss, mantan ajudan perdana menteri yang meninggal karena kanker tahun lalu.

Pesan-pesan tersebut mengindikasikan bahwa Sara, melalui Bleiweiss, mendorong polisi untuk menindak keras para pengunjuk rasa antipemerintah dan memerintahkan Bleiweiss untuk mengorganisasi protes terhadap para pengkritik suaminya.

Ia juga meminta Bleiweiss untuk meminta para aktivis di partai Likud milik Netanyahu untuk menerbitkan serangan terhadap Klein.

Klein adalah ajudan miliarder maestro Hollywood Arnon Milchan dan telah bersaksi dalam kasus korupsi tentang perannya dalam mengirimkan sampanye, cerutu, dan hadiah senilai puluhan ribu dolar kepada Netanyahu untuk bosnya.

Bleiweiss juga diperintahkan mengorganisasi demonstrasi di luar rumah jaksa penuntut utama dalam kasus korupsi tersebut, Liat Ben-Ari, dan kemudian Jaksa Agung Avichai Mandelblit, yang telah mengeluarkan dakwaan, serta protes dan kampanye media sosial yang menjelek-jelekkan lawan politik.

Dikatakan bahwa Bleiweiss merupakan pembantu setia Netanyahu selama beberapa dekade. Namun, saat ia sakit, Sara memperlakukannya dengan buruk, sehingga ia membongkar isi pesan itu kepada media sebelum kematiannya.

Keputusan Kementerian Kehakiman tersebut menuai kritik keras dari anggota kabinet Netanyahu, termasuk Menteri Kehakiman Yariv Levin dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, yang bertanggung jawab atas kepolisian.

Keduanya telah mendorong pemecatan Baharav-Miara, dengan alasan bahwa dia bersikap “konfrontatif” dan berusaha merampas hak sah pemerintah untuk memerintah.

Ketegangan ini semakin memperburuk konflik yang sudah ada antara Netanyahu dan lembaga peradilan.

Sebelumnya, Netanyahu berusaha melemahkan kekuasaan pengadilan sebelum serangan Hamas pada Oktober 2023. Dalam beberapa minggu terakhir, perdana menteri dan beberapa menterinya kembali mengajukan keberatan terkait pengadilan dan mereka yang dianggapnya sebagai elit lama.

Di sisi lain, Netanyahu juga menghadapi tuduhan dalam kasus terpisah mengenai suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan karena meminta liputan positif di media sebagai imbalan atas keuntungan regulasi serta menerima hadiah mahal secara ilegal dari para pengusaha.

Awal bulan ini, ia memberikan kesaksian di persidangannya, menjadi perdana menteri Israel pertama yang membela diri dalam situasi seperti itu.

Perdana menteri dan timnya berulang kali mencoba menunda sesi persidangan, sementara para penentangnya mengajukan petisi ke Mahkamah Agung meminta agar ia segera dimakzulkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya