Berita

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Publik Semakin Yakin Hasto Terlibat Kasus Harun Masiku jika Terus Embuskan Opini Politis

JUMAT, 27 DESEMBER 2024 | 09:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik akan semakin yakin keterlibatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto (HK) di kasus suap Harun Masiku (HM) jika terus menggiring opini bermuatan politis.

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, jika Hasto terus fokus menyatakan kasusnya adalah bermuatan politis, maka pernyataan itu sangat mudah dipatahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.

"KPK dengan mudah dapat membuktikan keterlibatan Hasto, karena saksi-saksinya masih ada semua, sehingga sulit baginya membawa kasus ini sebagai kasus politis," kata Saiful kepada RMOL, Jumat, 27 Desember 2024.


Selain itu kata Saiful, pemberantasan korupsi adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto, sehingga sangat tidak mungkin apabila kasus yang menjerat Hasto dibawa-bawa ke ranah politis seperti yang diembuskannya.

"Tidak hanya itu, dengan memframing bahwa ada keterlibatan Jokowi dalam penetapan tersangka juga tidak nyambung, dan tidak ada kaitannya, karena Jokowi tidak mungkin mengintervensi penegakan hukum. Apalagi yang bersangkutan sudah tidak memiliki kekuasaan untuk itu, sehingga membawa-bawa nama Jokowi adalah sesuatu hal yang tidak mungkin dapat dilakukan," jelas Saiful.

Kasus ini sudah berjalan selama 1 periode Presiden ke-7 Joko Widodo, namun Harun Masiku tak kunjung tertangkap KPK. Jelas ini membuktikan bahwa tidak ada campur tangan Jokowi.

"Semakin membawa kasus yang menjerat Hasto adalah kasus yang bermuatan politis, maka semakin yakin publik bahwa kasus ini adalah semakin terang benderang melibatkan Hasto," tegas Saiful.

"Lebih baik dan yang paling tepat saat ini adalah Hasto bersiap untuk membuktikan ketidakketerlibatannya di pengadilan, daripada menghembuskan isu-isu liar yang justru merugikan dirinya sendiri," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya