Berita

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto/RMOL

Hukum

Kalau Memang Hasto Benar, Buktikan!

KAMIS, 26 DESEMBER 2024 | 11:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, diminta untuk tidak playing victim seolah-olah menjadi korban dalam kasus suap dan perintangan penyidikan perkaran buronan Harun Masiku. Hasto ditantang untuk membuktikannya di persidangan nanti.

Menurut komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil, penetapan Hasto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan dikaitkan dengan politik.

"Kita ini lucu, ada maling, lalu ditangkap, kok malah koar-koar jadi korban politik. Kalau memang Hasto benar, buktikan saja bawa dia bukan 'maling', hukum kan ada mekanismenya," kata Kang Tamil kepada RMOL, Kamis, 26 Desember 2024.


Akademisi Universitas Dian Nusantara ini meyakini, penetapan Hasto sebagai tersangka oleh KPK tidak ada kaitannya dengan Presiden ke-7 Joko Widodo. Mengingat di era Jokowi, kasus Harun Masiku jalan di tempat.

"Saat ini pemerintahan dipimpin Pak Prabowo, yang siapapun tahu beliau ini paling marah dengan para maling dan komprador, ini diakui baik oleh teman politik maupun lawan politik. Jadi jelas penegakan hukum pada pemerintahan ini adalah komando beliau, yang tidak pandang bulu," terang Kang Tamil.

Untuk itu, Kang Tamil meminta semua pihak tidak mengaitkan penetapan Hasto sebagai tersangka sebagai intrik politik.

"Intinya hanya satu, kalau Hasto bukan maling, buktikan! Jangan playing victim seolah korban," pungkas Kang Tamil.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya