Berita

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya/RMOLJabar

Politik

Pemekaran 9 CDOB di Jabar Terkendala Anggaran

RABU, 25 DESEMBER 2024 | 15:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Provinsi Jawa barat, telah mengusulkan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ada 9 CDOB yang diajukan Pemprov disertai data dan alasan kuat.

Sembilan daerah yang diusulkan untuk dimekarkan adalah Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Bogor Timur, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Kabupaten Garut Utara, dan Kabupaten Subang

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan, 9 daerah itu memiliki data yang cukup lengkap disertai alasan yang cukup kuat. Akan tetapi, soal disetujuinya daerah tersebut harus terlebih dahulu melakukan pembahasan anggaran yang dibutuhkan dan tersedia.


"Jadi artinya semuanya pasti harus melalui pembahasan dengan Kementerian Keuangan," kata Bima, diwartakan RMOLJabar, Rabu, 25 Desember 2024.

Karena itulah, dirinya belum dapat memutuskan kapan usulan 9 daerah ini akan disepakati. Mengingat Kemendagri juga sedang melakukan penghematan anggaran.

"Belum bisa pastikan. Sekarang kita melakukan penghematan. Jadi Kementerian Dalam Negeri fokus untuk efisiensi menghemat rapat-rapat, menghemat perjalanan dinas, menghemat belanja-belanja alat tulis kantor dan sebagainya. Jadi konteksnya itu kita masih fokus pada penghematan dulu," paparnya. 

Tak hanya itu, Bima menambahkan, secara nasional 337 berkas sudah masuk di Kemendagri, tetapi jika moratorium dicabut nanti tidak seluruhnya akan disahkan menjadi daerah otonomi baru (DOB). Sebab, hal tersebut memerlukan biaya besar. 

"Tidak mungkin semuanya kami penuhi karena pasti akan membutuhkan biaya besar, karena itu walaupun kemudian nanti ada yang disetujui tentu bertahap," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya