Berita

Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo/RMOL

Politik

Kasus Harun Masiku Lima Tahun Stagnan, Begini Saran DPR Buat KPK

RABU, 25 DESEMBER 2024 | 12:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus mantan calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku, yang hingga kini belum tuntas meski telah berlalu lima tahun, terhitung sejak 2019 lalu mendapatkan sorotan dari Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo. 

Baru baru ini, KPK menetapkan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka di kasus tersebut.

Politikus dari Fraksi Nasdem itu mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelesaikan kasus tersebut dengan transparan, agar tidak muncul kesan adanya tendensi politik.


Rudianto menegaskan bahwa pihaknya selalu mendukung KPK dalam menegakkan hukum, namun ia berharap agar setiap penanganan kasus dilakukan dengan murni tanpa campur tangan politik. 

“Dari awal kan kami dorong KPK untuk setiap kasusnya diluruskan dan dimurnikan, ya jangan ada kesan tendensi politik, mencari-cari kesalahan, mencari kesalahan. Tapi menemukan kesalahan boleh, tapi mencari kesalahan kan tidak boleh,” ujar Rudianto kepada wartawan, Rabu, 25 Desember 2024.

Ia juga mengkritik kepemimpinan KPK periode sebelumnya yang dinilai gagal dalam menuntaskan kasus Harun Masiku, yang mana hingga kini masih berstatus buronan KPK. Menurutnya, kegagalan KPK dalam menghadirkan Harun Masiku sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) ini patut disayangkan. 

“Sehingga ini berlarut-larut dan liar. Akhirnya ketika berlarut-larut dan liar, memunculkan persepsi beragam di masyarakat. Ya ada yang mengatakan tendensi politik, ini menarget orang per orang, dan sebagainya. Ini yang tidak baik untuk KPK, karena itu kita dorong KPK,” jelasnya. 

Menurutnya, jika KPK lebih transparan sejak awal dalam menangani kasus ini, proses hukum bisa berjalan lebih cepat dan tidak berlarut-larut seperti sekarang. 

“Jangan nanti sudah 5 tahun baru itu diungkap lagi, dan sebagainya. Ini kan kegagalan KPK menghadirkan DPO,” tegasnya. 

Rudianto juga menanggapi isu adanya tekanan politik yang mempengaruhi penanganan kasus Harun Masiku. Meski ia menghormati proses hukum yang ada, ia mengingatkan agar KPK tidak terjebak dalam praktik yang bisa menurunkan kepercayaan publik. 

“Makanya dari awal seandainya kasus ini betul-betul diluruskan dan memurnikan, kan tidak sampai sekarang gitu kan. Dari awal bisa selesai dari periode KPK lama, akhirnya inikan jadi tunggakan, ini yang tidak baik,” jelasnya lagi. 

Atas dasar itu, Kapoksi Fraksi Nasdem di Komisi III DPR RI ini pun menekankan pentingnya KPK ke depan untuk segera menghadirkan Harun Masiku, pelaku utama dalam kasus tersebut, agar tidak ada lagi keraguan publik terhadap kinerja lembaga antikorupsi. 

“Ya justru harus dihadirkan. Pelaku utamanya kan Harun Masiku, ini yang belum dihadirkan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya