Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Ekspor Beras Thailand Meningkat hingga 10 Juta Ton, Indonesia Pembeli Utama

SELASA, 24 DESEMBER 2024 | 11:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor beras Thailand tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton, yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Pencapaian ini didukung oleh lonjakan permintaan dari Indonesia, Filipina, dan negara importir lainnya.

Thailand termasuk dalam eksportir beras teratas dunia, bersama dengan Vietnam dan India. Dalam 11 bulan pertama tahun ini, negara Asia Tenggara itu mengirimkan lebih dari 9 juta ton beras ke luar negeri, melampaui target tahunannya sebesar 8 juta ton. 

Eksportir memperkirakan pengiriman sekitar 500.000 hingga 800.000 ton pada Desember.


Jika prediksi tersebut terbukti akurat, angka tersebut akan menjadi yang terbesar sejak 2018, ketika Thailand mengirimkan 11,3 juta ton beras.

“Ada permintaan yang kuat dari importir utama, khususnya di Asia, untuk mempersiapkan peningkatan konsumsi selama perayaan akhir tahun, dan kami juga memiliki persediaan yang cukup untuk diekspor,” kata Arada Fuangtong, Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Thailand, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Selasa 24 Desember 2024.

“Jadi, tahun ini akan menjadi tahun yang hebat bagi ekspor beras Thailand,” katanya.

Pembeli utama tahun ini adalah  Indonesia, yang telah mengimpor 1,12 juta ton sepanjang 2024, dan Irak, yang membeli 950.000 ton.

Filipina, importir beras terbesar di dunia, juga membeli 490.000 ton, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 410.000 ton, sebagian karena topan yang melemahkan hasil pertanian di negara tersebut.

Pedagang Thailand mengatakan permintaan beras negara itu tetap kuat hingga akhir tahun 2024, karena mitra dagang berupaya mengisi stok mereka untuk musim perayaan akhir tahun dan Tahun Baru Imlek pada bulan Januari.

Permintaan beras Thailand yang lebih tinggi juga disebabkan oleh pembatasan ekspor India, yang diberlakukan pada bulan Juli 2023. India adalah eksportir beras terbesar di dunia.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya