Berita

Ilustrasi

Bisnis

Kabar Hisense PHK 30 Ribu Karyawan Menghebohkan Tiongkok

SENIN, 23 DESEMBER 2024 | 20:07 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Berita tentang PHK besar-besaran di perusahaan peralatan rumah tangga raksasa Hisense menggemparkan media sosial Tiongkok. Disebutkan, sekitar 30 ribu karyawan dapat kehilangan pekerjaan.

Skala pengurangan dan penyebaran berita yang cepat di internet telah memicu kemarahan yang meluas dan meningkatnya kecemasan atas implikasi ekonomi yang lebih luas. Berita PHK besar-besaran ini antara lain diberitakan The Standard dari Hong Kong.

Adapun media Maladewa, E-Truth, melaporkan, seseorang yang mengaku sebagai karyawan Hisense memposting secara online bahwa perusahaan akan memangkas tenaga kerjanya dari 110 ribu menjadi 88 ribu, yang menyiratkan pengurangan antara 20 persen dan 30 persen.


Karyawan Hisense yang terverifikasi telah menguatkan klaim ini, yang menyatakan bahwa PHK akan dilakukan dalam dua gelombang, yang berpotensi berdampak pada hampir sepertiga staf perusahaan. Posting online lain dari seorang yang mengaku sebagai karyawan di divisi peralatan rumah tangga Hisense menggemakan peringatan tersebut, yang menunjukkan bahwa pemotongan akan segera terjadi.

Berita itu muncul di tengah perubahan kepemimpinan di perusahaan tersebut. Laporan publik menunjukkan bahwa D. Jong, mantan ketua Hisense Home Appliances, baru-baru ini pensiun, dengan alasan pribadi dan usia. Ia diharapkan akan digantikan oleh GA Euling, mantan direktur keuangan dan kepala akuntan perusahaan. Spekulasi tentang PHK berpusat pada kelompok bisnis Hisense Home Appliances, segmen utama dari operasi perusahaan.

Hisense menghadapi pengawasan serupa pada tahun 2020 ketika laporan tentang 10 ribu PHK mengguncang industri peralatan rumah tangga, meskipun perusahaan menggambarkan pemotongan tersebut sebagai penyesuaian bisnis rutin dan membantah skala yang dilaporkan.

Baru-baru ini, pada bulan Juni, Hisense Medical yang merupakan anak perusahaan, juga dilaporkan telah memberhentikan antara 80 persen dan 90 persen dari tenaga kerja lini produknya, dengan karyawan yang tersisa bertugas menyelesaikan proyek yang ada.

Ketika berita tentang pemutusan hubungan kerja terbaru bergema di seluruh daratan, media Tiongkok menghubungi Hisense untuk konfirmasi. Perusahaan tidak menanggapi pertanyaan, tetapi beberapa karyawan dilaporkan mengonfirmasi menerima pemberitahuan PHK, meskipun rincian tentang kompensasi dan skala pasti pengurangan tersebut masih belum jelas.

"Pesanan tahun ini jauh lebih rendah," kata seorang karyawan, menambahkan bahwa jumlah PHK sebenarnya mungkin tidak sesuai dengan spekulasi daring tetapi kondisi bisnis telah memburuk.

Respons yang lebih luas di antara netizen mencerminkan kegelisahan yang mendalam tentang prospek ekonomi Tiongkok.

Komentar daring menggambarkan gambaran kepasrahan dan kecemasan yang meningkat. Seorang komentator Beijing menggambarkan situasi tersebut sebagai "istimewa dan rumit," mempertanyakan mengapa perusahaan milik negara dan swasta melakukan PHK dalam skala seperti itu.

Pengurangan yang dilaporkan terjadi ketika ekonomi Tiongkok menghadapi tekanan deflasi yang meningkat dan permintaan yang lesu. Bagi perusahaan seperti Hisense, pengurangan staf dipandang sebagai cara untuk merampingkan operasi dan meningkatkan efisiensi di tengah lingkungan yang penuh tantangan. Namun, efek berantai dari PHK semacam itu bisa jadi parah, dengan ekonomi lokal kemungkinan akan merasakan tekanan karena belanja konsumen dan pasar perumahan menyerap guncangan dari puluhan ribu potensi PHK.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya