Berita

Biksu Chinmoy Krishna Das

Dunia

Kelompok Berkuasa di Bangladesh Mulai Tekan Kaum Minoritas

MINGGU, 22 DESEMBER 2024 | 22:25 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sejak pemerintahan Sheikh Hasina di Bangladesh digulingkan pada 5 Agustus 2024 lalu, kelompok berkuasa mulai melakukan tekanan terhadap kelompok minoritas, seperti pemeluk agama Hindu dan non-Muslim lainnya.

Korban terbaru mereka adalah Chinmoy Krishna Das, seorang biksu Hindu dan advokat hak-hak kaum minoritas Bangladesh.

The Indian Express
baru-baru ini melaporkan bahwa Das, mantan anggota International Society for Krishna Consciousness (ISKCON), ditangkap di bandara Dhaka pada tanggal 25 November. Chinmoy Krishna Das memimpin unjuk rasa yang menuntut keamanan bagi umat Hindu di Bangladesh.


Das menghadapi tuduhan penghasutan yang diajukan setelah ia memimpin unjuk rasa pada bulan Oktober di Chattogram, di mana ia dituduh tidak menghormati bendera nasional Bangladesh. Ia ditolak jaminannya dan dijebloskan ke penjara oleh pengadilan Chittagong pada tanggal 26 November.

Sidang jaminan untuk Das, yang awalnya dijadwalkan pada tanggal 3 Desember di pengadilan di Chattogram, Bangladesh, kini ditunda hingga tanggal 2 Januari karena tidak ada pengacara yang mewakilinya. Pengacara sebelumnya, Ramen Roy, diduga diserang karena membela Das:

Menurut ISKCON, pengacara tersebut dipukuli di kediamannya di Chattogram, dilaporkan pada tanggal 2 Desember.

“Satu-satunya ‘kesalahan’ Roy adalah ia membela Chinmoy Krishna Das. Rumahnya digeledah, dan ia diserang dengan kejam… Ia membela Das ketika ia pertama kali dihadirkan di pengadilan (pada tanggal 26 November). Ia masih berada di ICU, berjuang untuk hidupnya,” Radharamn Das, wakil presiden dan juru bicara Iskcon, Kolkata mengatakan kepada The Indian Express.

“Tidak hanya Ramen Roy, pengacara yang mewakilinya sebelumnya juga diserang dan didakwa. Dalam suasana ketakutan ini, kami tidak tahu pengacara mana yang akan mempertaruhkan nyawanya dan membelanya,” tambah Radharamn Das.

Kurang dari seminggu setelah Hasina digulingkan dari kekuasaan dengan kekerasan, Muhammad Yunus mendapat dukungan dari kaum Islamis. Ia mengambil sumpah jabatan sebagai kepala pemerintahan sementara Bangladesh. Sejak naiknya Yunus, larangan terhadap kelompok jihad telah dicabut dan banyak anggotanya dibebaskan dari penjara.

Yunus bahkan telah bertemu dengan banyak pemimpin teroris. Kelompok Islamis yang berani di Bangladesh kini bebas mengadakan unjuk rasa dan pertemuan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya