Berita

Kepala PPSDMAP Kemenhub, Ali Fikri/Ist

Nusantara

Kemenhub Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di Wilayah Lampung

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 12:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kepala Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ali Fikri melakukan monitoring kesiapan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di wilayah Lampung pada Kamis, 19 Desember 2025 hingga Jumat, 20 Desember 2024.

Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Perhubungan nomor 14/2024 tentang Monitoring Penyelenggaraan Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Ali Fikri mengatakan, titik pertama yang ditinjau adalah posko terpadu angkutan udara di Bandar Udara (Bandara) Raden Inten II Lampung untuk memastikan semua persiapan telah dilaksanakan dengan baik.


"Pergerakan penumpang pada Nataru melalui moda transportasi udara diprediksi akan meningkat sehingga Kemenhub ingin memastikan semua proses angkutan penumpang berjalan aman dan nyaman," kata Ali kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 20 Desember 2024.

Ali menerangkan, dari hasil tinjauannya, Bandara Radin Inten II Lampung juga telah meningkatkan berbagai upaya pelayanan dan fasilitas bandara untuk memastikan semuanya akan berjalan lancar dan nyaman.

Usai monitoring di Bandara Radin Inten II Lampung, mantan Jurubicara KPK ini melanjutkan peninjauan di terminal Tipe A Rajabasa dan Stasiun Kereta Api (KA) Tanjungkarang, serta kantor Kantor KSOP Kelas I Panjang dan pada hari ini melakukan monitoring di Pelabuhan Bakauheni.

“Secara umum pada Kamis kemarin belum ada peningkatan yang signifikan arus penumpang yang masuk wilayah Lampung. Namun demikian, semua langkah stategis dan persiapan teknis untuk mendukung angkutan selama Nataru saya rasa sudah dilakukan secara matang," terang Ali.

Ia menjelaskan, persiapan angkutan Nataru tidak lepas dari kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah juga telah berkomitmen memberikan pelayanan yang berkeselamatan, lancar, dan nyaman kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat masa Nataru.

"Dengan persiapan yang telah dilakukan atas kolaborasi yang baik dari semua stakeholder, saya yakin penyelenggaraan Nataru tahun ini, khususnya di wilayah Lampung dapat berjalan dengan lancar, nyaman dan aman," tutur Ali.

Ali menambahkan, Menteri Perhubungan juga telah menyiapkan berbagai kebijakan melalui Keputusan Menteri, kesepakatan lintas kementerian/lembaga, dan keputusan/instruksi direktur jenderal terkait penyelenggaraan Natal 2024 dan tahun baru 2025 ini.

Pada sektor transportasi darat, Kemenhub telah membuat keputusan bersama antara Kemenhub, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri terkait pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa Natal 2024 dan tahun baru 2025 ini.

Termasuk di sektor transportasi laut, Kemenhub telah melakukan kesepakatan kesiapan armada dan pembagian rute untuk layanan angkutan laut dan penyelenggaraan angkutan laut melalui kesepakatan bersama perusahaan pelayaran penyeberangan di rute Merak-Bakauheni.

"Kebijakan tersebut, misalnya berupa pembatasan operasional angkutan barang, contra flow, one way, serta antisipasi rekayasa lalu lintas di ruas rawan kemacetan, termasuk pada kawasan penyeberangan, Kemenhub juga akan melakukan pengaturan penundaan perjalanan (delaying system) dan sebagai buffer zone untuk kendaraan penumpang di berbagai Pelabuhan termasuk di wilayah Lampung yaitu yang menuju Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni," jelasnya.

Ali juga berpesan agar masyarakat, khususnya yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Lampung untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang berpotensi terjadi saat masa Nataru. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum melakukan perjalanan.

"Satu hal yang tak kalah penting, masyarakat harus selalu disiplin dalam berlalu lintas. Pastikan semua aturan yang berlaku untuk menciptakan perjalanan yang nyaman dan juga selamat agar dipatuhi," pungkas Ali.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya