Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Proyeksi Ekonomi 2025 Suram, Harga Minyak Anjlok 1 Persen

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran akan berkurangnya permintaan minyak tahun depan akibat lemahnya ekonomi membuat harga minyak turun 1 persen pada Kamis, 19 Desember 2024.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 51 sen atau 0,7 persen menjadi 72,88 Dolar AS per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 67 sen atau 1 persen menjadi 69,91 Dolar AS per barel. 

Kontrak WTI untuk Februari yang lebih aktif turun 64 sen menjadi 69,38 Dolar AS per barel.


Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi membuat bank sentral AS lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga tahun depan. 

Alex Hodes, analis di StoneX, mengatakan hal ini menyebabkan pasar menyesuaikan ekspektasi mereka untuk tahun 2025.

"Fed yang kurang akomodatif pada tahun 2025 dibandingkan dengan yang diharapkan sebelumnya telah menyebabkan pasar menyesuaikan ekspektasi mereka," kata Hodes.

Di Inggris, Bank of England mempertahankan suku bunga pada hari Kamis, sementara para pejabat tidak sepakat tentang cara menangani ekonomi yang melambat. Di hari yang sama, Bank of Japan mempertahankan suku bunga rendah karena kekhawatiran tarif dari Presiden terpilih AS Donald Trump.

Aktivitas ekonomi yang lemah diperkirakan akan mengurangi permintaan minyak tahun depan. Harga minyak mentah Brent telah turun lebih dari 5 persen tahun ini karena ekonomi Tiongkok yang melemah dan transisi energi. Sinopec, raksasa energi Tiongkok, memperkirakan konsumsi minyak di Tiongkok akan mencapai puncaknya pada tahun 2027.

Pasar minyak diperkirakan akan surplus tahun depan, dengan analis JP Morgan memperkirakan pasokan akan melebihi permintaan sekitar 1,2 juta barel per hari. Namun, pasokan bisa mengetat jika Trump menepati janji kampanyenya untuk menindak ekspor minyak Iran.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya