Berita

Ilustrasi/Net

Presisi

Jadi Korban Hipnotis, Seorang Ibu di Depok Kehilangan Emas Senilai Rp100 Juta

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 01:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Modus penipuan dengan hipnotis menimpa seorang perempuan berinisial FNL (56). Akibatnya emas senilai ratusan juta rupiah miliknya raib.

Kejadiannya berawal ketika korban pergi ke Pasar Reni Jaya di Jalan Raya Pondok Petir, Bojongsari, Depok, untuk belanja kebutuhan sehari-hari pada Rabu, 18 Desember 2024, sekira pukul 07.00 WIB.

Setiba di pasar, FNL mengaku bertemu dengan wanita berinisial C. FNL menyebut tahu C karena sering melihatnya belanja di sana, meskipun dia tidak kenal terlalu dekat. Saat itu C sudah bersama dengan terlapor bernama Enjel.


"Terlapor ini juga dikenal oleh saksi C," kata FNL, Kamis, 19 Desember 2024.

Saat sedang belanja, C asyik ngobrol dan bertanya kepada korban apakah punya bawang putih tunggal. Dirinya lantas menjawab tidak punya.

Enjel yang ada di sebelah korban kemudian nyeletuk tahu siapa yang punya. Dia mengatakan yang punya adalah Yohanes, pria yang disebutnya Romo penyembuh.

Dituturkan FNL, C kemudian memohon dan minta ditemani ke tempat Yohanes mengambil bawang putih tunggal itu. 

Ajakan itu ditolak karena FNL tidak kenal dekat dengan C. Tapi, C kemudian membujuk dengan menyinggung etnis yang sama dengan FNL. Singkat cerita, FNL pun mau menemani C menemui Yohanes.

Dia bersama C dan Enjel lantas pergi naik mobil yang disebutnya diduga punya Enjel atau C. Sebab, sudah ada sopir di dalamnya, dan kemudian pergi ke rumah Yohanes di dekat Perumahan Akasia Pamulang.

Yohanes tidak mau bertemu dan cuma mau dihubungi via telepon. Di sini diduga kuat, FNL sudah jadi korban hipnotis. 

Dalam sambungan telepon itu, Yohanes seolah tahu semua tentang keluarganya, mulai dari anaknya ada dua, dan tahu anaknya baru lulus kuliah. Saat itu, Yohanes mengatakan kalau salah satu anaknya akan meninggal dalam waktu dekat. 

Namun, itu tidak akan terjadi kalau dia menyediakan salib yang ada berliannya. Korban pun mengatakan tak punya salib seperti itu. Lantas, Yohanes mengatakan hal itu bisa diganti dengan satu kantung beras yang di dalamnya diisi emas.

Korban yang diduga sudah berada dalam pengaruh hipnotis pun menyanggupinya dan pulang ke kediaman untuk mengambil emas sebagai syarat agar anaknya tidak meninggal dalam waktu dekat.

Total, FNL mengumpulkan 3 buah kalung emas, 2 buah gelang emas, 7 buah cincin emas, serta 3 emas batangan senilai sekitar Rp100 juta.

Usai mengambil perhiasan, FNL kembali masuk ke dalam mobil terlapor yang sudah menunggu di depan jalan rumahnya untuk kembali ke depan Perumahan Akasia.

"Saat itu, saya menyerahkan perhiasan emas saya ke terlapor. Lalu, kami pergi kembali ke Pasar Reni Jaya. Sampai di pasar, saya kemudian diturunkan dan disuruh untuk pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, saya baru menyadari kalau perhiasan emas saya sudah hilang," ungkap FNL.

Atas peristiwa ini, korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Bojongsari dengan nomor register LP/B/762/XII/2024/SPKT/POLSEK BOJONGSARI/POLRES METRO DEPOK.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Tohari membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban. Saat ini kasus tersebut tengah diusut.

"Sudah, unit Reskrim Polsek Bojongsari menindaklanjuti kejadian ini," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya