Berita

Pimpinan Nissan dan Honda (Foto: brandage.com)

Bisnis

Honda-Nissan Bakal Merger, IHSG Turun 0,7 Persen

RABU, 18 DESEMBER 2024 | 21:10 WIB | OLEH: ADE MULYANA

HARAPAN terjadinya rebound teknikal yang tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya gagal terwujud di sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu 18 Desember 2024. IHSG terpantau sempat berupaya melonjak tajam di sesi awal perdagangan pagi, namun kemudian beralih mengikis lonjakan hingga kemudian konsisten menjejak zona merah hingga sesi perdagangan sore.

Pola gerak IHSG kali ini terjadi di tengah masih suramnya sentimen yang sedang hinggap di bursa global dan Asia. Laporan sebelumnya menyebutkan, kinerja Indeks Wall Street yang tersaruk di zona merah akibat sikap menunggu dengan kehati-hatian investor yang berlanjut. Keputusan Bank Sentral AS, The Fed untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut kini menjadi pertaruhan penting bagi pelaku pasar untuk setidaknya menahan Indeks dari gerak turun lebih suram.

Indeks DJIA tercatat menutup sesi dengan turun 0,61 persen di 43.449,9, Indeks S&P500 terkoreksi 0,39 persen di 6.050,61 dan indeks Nasdaq melemah 0,32 persen di 20.109,06. Rangkaian kinerja Indeks Wall Street yang merah ini kemudian menjalar hingga sesi perdagangan di Asia. Pantauan menunjukkan, Indeks di Asia yang sempat berupaya bertahan di zona hijau di awal sesi perdagangan pagi, namun kemudian tergelincir untuk beralih merah.


Hingga sesi perdagangan berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) melemah tajam 0,72 persen di 39.081,71, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) melonjak tajam 1,12 persen di 2.484,43 dan indeks ASX200 (Australia) yang berakhir flat alias turun sangat tipis 0,06 persen di 8.309,4. Jalannya sesi perdagangan di Asia kali ini diwarnai dua sentimen dari Jepang.

Sentimen pertama datang dari rilis kinerja ekspor impor Jepang untuk periode November lalu. Ekspor Jepang dilaporkan tumbuh 3,8 persen dibanding ekspektasi pasar yang sebesar 2,8 persen, namun impor Jepang dilaporkan turun 3,8 persen atau jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan tumbuh 1 persen. Sentimen berikutnya datang dari kabar niat merger dua perusahaan raksasa otomotif Jepang, Honda dan Nissan.

Laporan lebih jauh menyebutkan, akibat kabar tersebut harga saham Nissan dilaporkan melambung fantastis hingga 23 persen di bursa saham Tokyo. Sementara saham Honda justru mengalami tekanan jual. Catatan RMOL menunjukkan, kinerja saham Nissan yang telah ambruk parah dalam beberapa pekan terakhir akibat serangkaian kabar suram dari kinerja keuangan dan management.

Langkah merger dengan Honda merupakan kabar yang dinantikan investor untuk menyelamatkan Nissan dari kejatuhan lebih parah. Betapa pun, kombinasi dari dua sentimen Jepang ini, kinerja ekspor impor dan merger Honda-Nissan, secara keseluruhan gagal menghadirkan sikap optimis pelaku pasar. Tekanan jual, akhirnya masih memberi warna cukup dominan.

Pelaku pasar terkesan mencoba mengambil posisi aman di tengah masa penantian rilis keputusan penurunan suku bunga oleh The Fed. Aksi tekanan jual dalam taraf tertentu menjadi pilihan yang dinilai paling aman.

Situasi sedikit berbeda terjadi di bursa saham Indonesia, dengan IHSG yang sempat berupaya membukukan lonjakan tajam di awal sesi pagi. Namun kinerja moncer IHSG terlihat tak berlangsung lama. IHSG kemudian mencoba konsisten menjejak di rentang terbatas hingga sesi perdagangan sore ditutup. IHSG akhirnya singgah di posisi 7.107,87 setelah menutup dengan turun tajam 0,7 persen.

Gerak IHSG yang beralih merah tercermin dalam kinerja saham unggulan yang kembali runtuh. Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan kembali berakhir merah, seperti: BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, INDF, ICBP dan ISAT. Sementara saham unggulan lain mampu menutup sesi dengan positif, seperti: ADRO, ASII, UNTR, JPFA, PGAS, dan SMGR.

Secara keseluruhan, sentimen regional yang tersedia dengan mudah tenggelam oleh sikap pelaku pasar yang kembali tertuju pada keputusan The Fed dalam menurunkan suku bunga. Paduan potensi teknikal rebound IHSG dengan kepungan sentimen global yang sedang hinggap akhirnya memaksa IHSG kembali berakhir merah.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya