Berita

Wartawan senior FNN, Agi Betha (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Jokowi dan Gibran Dipecat PDIP, Peristiwa Luar Biasa Bagi Sejarah RI

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 20:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemecatan Presiden ketujuh RI Joko Widodo dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, dianggap sebagai sejarah baru dalam dunia politik nasional.

Hal tersebut disampaikan Wartawan Senior FNN Agi Betha, dalam podcast Wartawan Senior Hersubeno Arief pada Selasa, 17 Desember 2024.

Dia menilai, PDIP yang telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 bukan lagi sekadar wacana.


Namun yang hal baru dalam sejarah perpolitikan Indonesia, pemecatan yang dilakukan oleh PDIP dilakukan terhadap Jokowi sebagai mantan pemimpin tertinggi negara yang pernah menjabat selama dua periode, dan putranya Gibran yang kini tengah menjabat sebagai wakil presiden.

"Ini luar biasa sekali, dimana seseorang yang masih menjabat secara definitif sebagai orang nomor dua di negara sebesar Indonesia, dipecat oleh partainya ini berita besar. Begitu juga Jokowi," ujar Agi Betha.

Dia memperkirakan, persepsi publik nasional maupun internasional akan berubah kepada Jokowi dan Gibran, akibat dari kebijakan PDIP yang memecat mereka.

"Jadi sekarang curriculum vitae dari Jokowi, kemudian Gibran, yang satu mantan presiden dan yang satu wakil presiden definitif saat ini, itu ditambahkan ke dalam daftar profil mereka sebagai kader pecatan," tutur Agi Betha.

"Meskipun tidak menjabat lagi, tapi Jokowi ini masih berusaha terus untuk cawe-cawe dan menjadi 3 periode secara tidak resmi. Lewat mana? Lewat anaknya, lewat kroni-kroninya, lewat oligarki yang dekat dengannya dan sebagainya," sambungnya.

Oleh karena itu, Agi Betha memandang peristiwa pemecatan terhadap Jokowi beserta anak dan menantunya Bobby Nasution, bukan satu hal yang biasa di mata publik.

"Jadi peristiwa ini tidak main-main tentunya. Ini salah satu sejarah yang tertoreh di Republik Indonesia, dimana mereka dipecat. Dan bahkan nanti media luar negeri mereka mendefinisikan kedua orang ini bahwa mereka dipecat oleh partainya," demikian Agi Betha menambahkan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya