Berita

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno alias Doel/Ist

Politik

Pramono-Rano Harus Sadar Tantangan di Jakarta Sangat Besar

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kota Jakarta menghadapi tantangan besar, seperti kemacetan, banjir, dan kesenjangan sosial. Dibutuhkan solusi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. 

Dengan pendekatan ini, Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), Sugiyanto, meyakini berbagai ide inovatif dapat muncul demi mengatasi persoalan tersebut secara efektif.

Sugiyanto meminta Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno alias Doel yang ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Serentak 2024 dapat membangun kepercayaan warga, yang akan memperkuat kemajuan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan sosial di Jakarta. 


"Pram-Doel harus menyadari bahwa tantangan yang dihadapi Jakarta sangat besar," kata Sugiyanto kepada RMOL, Selasa 17 Desember 2024.

Dalam konteks Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Sugiyanto menegaskan bahwa Jakarta masih memegang peran strategis sebagai ibu kota negara hingga ada keputusan resmi perpindahan ibu kota dari Presiden. 

"Jakarta juga harus dipandang sebagai pusat kebudayaan yang relevan dalam konteks global," sambungnya.

Sugiyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi dan memastikan Jakarta menjadi contoh kota dengan keberagaman yang harmonis dan pembangunan berkelanjutan. 

Ia menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan kepentingan semua lapisan warga.

"Saatnya untuk melupakan perbedaan dan bersama-sama bergerak maju demi Jakarta yang lebih baik," pungkasnya.

Pasangan Pramono Anung-Rano Karno unggul atas dua kandidat lainnya, Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana, yang telah menerima hasil pemilihan tanpa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya