Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Atlet-atlet Indonesia di Olimpiade 2024 Kecipratan Rp39 Juta dari IOC

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 05:08 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kabar gembira bagi atlet-atlet Indonesia yang tampil di Olimpiade Paris 2024. Mereka akan menerima dana Olympic Solidarity dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebesar Rp39 juta per orang.

Dana ini merupakan kompensasi kepada setiap NOC (National Olympic Committee) atas kontribusinya terhadap Kesuksesan Olimpiade 2024. Termasuk Indonesia.

"Dana Olympic Solidarity ini merupakan wujud apresiasi dari IOC kepada para atlet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang telah berjuang maksimal untuk mencapai tahap tertinggi dalam olahraga, yaitu tampil di Olimpiade," ujar Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, dalam keterangan tertulisnya, Senin 16 Desember 2024.


Olympic Solidarity adalah inisiatif program pengembangan global dari IOC yang bertujuan untuk mendukung NOC di semua negara anggota di seluruh dunia.

Tujuannya adalah menyediakan bantuan bagi NOC untuk program pengembangan atlet, khususnya bagi mereka yang sangat memerlukan. Bantuan ini berupa program kerja sama antara IOC dan NOC, dengan bantuan teknis dari federasi internasional, jika diperlukan.

Setiap atlet akan menerima dana sebesar 2.500 dolar AS atau sekitar Rp39 juta (kurs Rp15.600 per dolar AS) sebagai bentuk dukungan atas perjuangan mereka mewakili Merah Putih di ajang olahraga paling bergengsi di dunia.

Komite Olimpiade Indonesia, lanjut Okto, terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan atlet dan memperkuat ekosistem olahraga nasional. Dengan bantuan dari Olympic Solidarity dan apresiasi kepada seluruh tim, KOI berharap dapat menciptakan momentum positif untuk menghadapi tantangan di kompetisi olahraga mendatang.

"Kami berharap dana ini dapat memberikan manfaat dan memotivasi para atlet untuk terus memberikan prestasi terbaik buat Indonesia di masa mendatang," terangnya.

Selain mendistribusikan dana Olympic Solidarity, NOC Indonesia juga memberikan Insigne de Participante (Participant Pin) dan Certificat de Participation (Certificate of Participation) dari IOC kepada 29 atlet dari 12 cabang olahraga yang berlaga pada Olimpiade Paris 2024.

Khusus sertifikat, selain atlet juga diberikan kepada pelatih, tim official, dan seluruh pendukung atas kerja keras dan komitmennya untuk menyukseskan penyelenggaraan Paris 2024 sekaligus menyebarkan nilai-nilai Olympism dan bersama-sama membangun dunia melalui olahraga.

"Sertifikat ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi semua pihak yang mendukung kesuksesan Tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi tim yang solid, mulai dari atlet hingga para pendukung di balik layar, seperti pelatih, tim dokter termasuk Chef de Mission," demikian Okto.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya