Berita

Ketua Umum PSSI Erick Thohir/PSSI

Sepak Bola

Biaya Membangun Sepak Bola Indonesia Capai Rp650 Miliar

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 03:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Membangun sepak bola membutuhkan biaya yang sangat besar. Salah satunya membangun Timnas Indonesia yang memakan biaya Rp390 miliar.

Hal itu diungkap Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam acara PSSI Partner Summit 2024 di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin 16 Desember 2024. Acara ini juga sekaligus sebagai laporan ke publik bahwa dalam membangun sepak bola dibutuhkan kesatuan antara PSSI dan stakeholder.

"Kembali seperti yang saya sampaikan tidak mungkin kita bergantung hanya dari pemerintah. Rp650 miliar lebih adalah angka yang fantastis, saya juga tidak pernah berpikir bahwa mengelola sepak bola itu angkanya sebegitu besar," papar Erick.


"Kalau dulu bola basket (butuh) Rp30-40 (miliar) cukup. Di bulutangkis mungkin Rp80 (miliar). Ini (sepak bola) benar-benar hampir bisa 7 sampai 10 kali lipat. Artinya ya memang peran pemerintah dan private sector harus menjadi kesatuan. Jika tidak, kita tak mampu (menanggung) semuanya," jelas Menteri BUMN ini.

"Apalagi saya baru dengar dari sosial media, Malaysia mau membangun sepak bola. Ada coach baru katanya, kita akan rekrut CEO, kita akan ini.... Ya ini kembali apapun yang sudah kita dapatkan tak boleh berpuas diri. Harus terus jaga mimpi kita," imbuhnya.

Dari total anggaran tersebut, Erick menyebutkan alokasi terbesar adalah untuk pembiayaan Timnas Indonesia.

"Dari (jumlah) Rp650 miliar, Tim Nasional hampir Rp390 miliar. Itu di luar futsal, Timnas bola pantai, jadi angka yang hampir 60 persen lebih itu untuk Timnas. Itu juga belum kami hitung fasilitas pendukung Timnas, seperti sports science, yang lain-lainnya lah, yang belum kami memasukkan itu," tutur Erick.

Erick pun menyebut biaya yang dikeluarkan negara-negara di Asia Tenggara lebih besar ketimbang Indonesia. 

"Yang pasti tahun ini jumlah sponsor naik. Tapi kita tidak tahu apakah bisa naik terus ke depannya. Soalnya kalau perbandingan kita dengan (negara) tetangga, banyak di Asia Tenggara itu (pengeluaran) sampai Rp 1 triliun. Tapi kita dengan Rp 600an miliar dengan prestasi hari ini berarti kita efisien," tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya