Berita

Pasangan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail keluarkan dana kampanye terkecil/RMOLJabar

Politik

Pilkada Bandung Barat 2024

Banyak Tersandung Dugaan Politik Uang, Pasangan Berjamaah Keluarkan Dana Kampanye Terkecil

SENIN, 16 DESEMBER 2024 | 04:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kendati menjadi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang mengeluarkan dana kampanye terkecil dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2024, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail menjadi paslon yang banyak tersandung dugaan politik uang.

Bahkan, dari 14 laporan dugaan pelanggaran pidana politik uang, Pasangan Berjamaah (Bersama Jeje-Asep Amanah) yang paling banyak laporan pelanggarannya.

Berdasarkan hasil audit laporan dana kampanye dari Kantor Akuntan Publik (KAP), ipar Raffi Ahmad tersebut hanya mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp183.665.000.


Demikian disampaikan Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ripqi Ahmad Sulaeman terkait dana kampanye yang diumumkan dengan Nomor 1090/PL.02.5-Pu/3217/2024 tentang Hasil Audit Laporan Dana Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Tahun 2024 yang telah ditelaah KAP.

"Itu sudah berdasarkan audit KAP hasilnya. Terkait laporan yang kita terima ada yang patuh dan tidak patuh," ungkap Ripqi saat dihubungi RMOLJabar, Minggu, 15 Desember 2024.

Mengenai hasil audit patuh dan tidak patuh, dia menuturkan, dilihat dari kesesuaian yang mengacu pada penerimaan dan pengeluaran yang dilaporkan masing-masing Paslon.

"Yang tidak patuh itu Paslon Bupati-Wakil Bupati Bandung Barat yang terpilih (Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail). Konsekuensinya terhadap penundaan pelantikan karena ada administrasi yang tidak diselesaikan. Kalau pasangan terpilih hasilnya tidak patuh, hanya keterangannya saja tidak patuh," jelasnya.

Dipaparkan Ripqi, pelaporan dana kampanye terbagi tiga tahapan, yakni Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) untuk pembukaan rekening masing-masing Paslon. Tahapan kedua, Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang isinya rincian dana kampanye dari berbagai sumber.

"Ketiga, Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ini mencakup dana yang diterima dan dikeluarkan yang selama masa kampanye," tandasnya.

Dari 4 Paslon lain, dana kampanye Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail yang paling sedikit. Pasangan Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga penerimaan dan pengeluaran dana kampanye terbesar yakni Rp2.119.345.600 dengan pengeluaran Rp2.118.914.600 sisanya dikembalikan ke partai pengusung dengan hasil audit patuh sebesar Rp432.000.

Pasangan Edi Rusyandi dan Unjang Asari menerima Rp1.349.056.600 dengan pengeluaran Rp1.348.077.600 dan sisanya telah dikembalikan ke partai pengusung hasil audit patuh sebesar Rp988.000.

Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat menerima dana kampanye Rp510.100.000 dengan pengeluaran Rp510.000.000 dan sisanya dikembalikan ke partai pengusung tetapi, pasangan tersebut berdasarkan hasil audit KAP dinyatakan tidak patuh.

Terakhir, Sundaya dan Asep Ilyas menerima dana kampanye Rp372.295.000 dengan pengeluaran Rp194.970.000 tersisa Rp177.325.000 berupa barang yang sudah dikeluarkan semua dengan hasil audit patuh.

Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan dari Gakkumdu maupun Bawaslu KBB terkait laporan dugaan politik uang yang dilakukan Paslon Jeje Ritchie Ismail maupun Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya