Berita

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Waka BRIN) Prof. Amarulla Octavian/Ist

Nusantara

Waka BRIN Ingatkan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ekosistem Laut

MINGGU, 15 DESEMBER 2024 | 01:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Waka BRIN) Prof. Amarulla Octavian menjadi pembicara kunci pada International Conference on Sustainable Coral Reef di Manado, Sulawesi Utara pada 13-15 Desember 2024.

Tema Konferensi Internasional adalah Science, Conservation, Resilience, and Development terselenggara dengan baik dipimpin oleh Chairman of Conference Prof. Indroyono Soesilo. 

Pembicara kunci berikutnya adalah Deputi Sumberdaya Kelautan Kemenko Pangan Dandy Satria Iswara, dan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaludin Jompa. 


Tampak hadir Executive Director of CTI-CFF Regional Secretariat Dr. Frank Keith Griffin. Delegasi internasional berdatangan dari 23 negara, serta beberapa pimpinan perguruan tinggi dari dalam negeri dan luar negeri, lembaga think tank, dan NGO. 

Beberapa pengamat kelautan internasional juga tampak hadir memantau jalannya konferensi. Pada saat yang bersamaan, Pemerintah Daerah juga menyelenggarakan Festival Pesona Selat Lembeh sebagai rangkaian peringatan Hari Nusantara. 

Konferensi Internasional dibuka secara resmi oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Drs. Victor Gustaf Manoppo. 

Sebagai pembicara kunci, Prof. Amarulla Octavian menyampaikan materi kondisi terkini terumbu karang di perairan Indonesia sesuai dengan capaian program pemerintah yang telah ditetapkan. 

“Perubahan iklim berupa pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut sangat berpengaruh pada kesehatan laut. Akibat menurunnya kualitas air laut, maka banyak pertumbuhan terumbu karang yang terganggu,” ujar Octavian dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 14 Desember 2024. 

Lanjut dia, selain terumbu karang, maka hutan bakau, rumput laut, ikan, dan berbagai biota laut juga ikut terganggu. 

“Secara keseluruhan terjadi gangguan ekosistem kelautan hingga beberapa periode ke depan,” tegasnya. 

Mantan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) itu juga menyampaikan berbagai teknologi canggih yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan restorasi terumbu karang yang terganggu, sekaligus monitoring perkembangan kesehatan laut. 

Berbagai hasil riset BRIN juga ditampilkan sebagai upaya mengundang para ilmuwan kelautan internasional untuk bekerja sama melakukan riset. 

Hasil riset BRIN dipaparkan juga untuk menunjukkan kredibilitas dan komitmen Pemerintah RI mendukung program-program PBB sesuai tujuan United Nations on Sustainable Development Goals (SDG). 

Konferensi Internasional terbagi ke dalam plenary session dan 13 topic session. Para periset BRIN memaparkan makalah masing-masing pada seluruh topic session. 

Pada kesempatan yang baik, Prof. Amarulla Octavian juga memimpin beberapa bilateral meeting dengan delegasi negara-negara peserta konferensi. Para guru SD, SMP, dan SMA juga berkreatifitas memanfaatkan Konferensi Internasional sebagai sarana pembelajaran dengan membawa para murid-muridnya mencintai laut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya