Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Wall Street Ditutup Beragam Jelang Akhir Pekan, Saham Nvidia dan Meta Anjlok

SABTU, 14 DESEMBER 2024 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam.

S&P 500 berakhir datar, turun kurang dari 0,1 persen setelah berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan kecil hampir sepanjang hari. Indeks acuan membukukan kerugian minggu ini, yang pertama setelah tiga kenaikan mingguan berturut-turut. 

Dikutip dari Associated Press, Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persen pada penutupan perdagangan Jumat 13 Desember 2024 waktu setempat, atau Sabtu pagi WIB. 


Sementara Nasdaq Composite naik 0,1 persen, berakhir tepat di bawah rekor tertinggi yang dicapainya pada hari Rabu lalu. 

Ada lebih dari dua kali lipat jumlah penurunan daripada kenaikan di Bursa Efek New York. Kenaikan saham teknologi membantu meredam kerugian di sektor jasa komunikasi, keuangan, dan sektor pasar lainnya. 

Broadcom melonjak 24,4 persen untuk kenaikan terbesar di S&P 500 setelah perusahaan semikonduktor itu mengalahkan target laba Wall Street dan memberikan perkiraan yang menggembirakan, menyoroti produk kecerdasan buatannya. 

Beberapa saham teknologi menjadi penghambat pasar. Nvidia turun 2,2 persen, Meta Platforms turun 1,7 persen dan induk perusahaan Google Alphabet turun 1,1 persen. 

Di antara perusahaan yang mengalami penurunan pasar lainnya adalah Airbnb, yang turun 4,7 persen dan menjadi kerugian terbesar di S&P 500.

Perusahaan furnitur dan peralatan rumah tangga RH, yang sebelumnya dikenal sebagai Restoration Hardware, melonjak 17 persen setelah menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan pendapatan tahun ini. 

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 0,16 poin dan ditutup pada 6.051,09. Dow turun 86,06 poin menjadi 43.828,06. Nasdaq naik 23,88 poin menjadi 19.926,72. 

Reli Wall Street terhenti minggu ini di tengah laporan ekonomi yang beragam dan menjelang pertemuan terakhir Federal Reserve tahun ini. 

Bank sentral akan bertemu minggu depan dan secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya sejak September. 

Sementara itu, Bursa Eropa merosot. FTSE 100 Inggris turun 0,1 persen. Ekonomi Inggris secara tak terduga menyusut sebesar 0,1 persen bulan ke bulan pada bulan Oktober, menyusul penurunan 0,1 persen pada bulan September, menurut data dari Kantor Statistik Nasional.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya