Berita

Ilustrasi Nissan Serena/RMOL

Otomotif

Penjualan Anjlok, Nissan Rombak Jajaran Direksi

SABTU, 14 DESEMBER 2024 | 07:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jajaran Direksi Nissan Motor Co Ltd mengalami perombakan. Restrukturisasi perusahaan ini dibutuhkan untuk memperbaiki penjualan Nissan yang merosot di pasar utama China dan AS.

Dimulai dari Stephen Ma yang kini didapuk menjadi Management Committee for China. Dia bertugas melaporkan kondisi langsung pasar China. Sebelumnya Ma menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO). 

Kemudian Jeremie Papin yang sebelumnya menjabat Management Committee for America, kini berganti menjadi CFO. Dia juga langsung melaporkan sesuatu kepada CEO Uchida.


Adapun Christian Meunier menjadi orang baru di Nissan. Dia menggantikan posisi Jeremie Papin sebagai Management Committee for America. 

Meunier sempat menjabat sebagai CEO Jeep dan merupakan anggota Komite Eksekutif di Stellantis. Dia ditarik kembali ke Nissan dengan segudang pengalaman pemasaran dan penjualan dari peran kepemimpinan sebelumnya di Nissan Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Infiniti.

Kemudian Shohei Yamazaki, yang saat ini menjabat sebagai ketua Komite Manajemen untuk China, ditunjuk sebagai Ketua Komite Manajemen untuk Jepang/ASEAN. Pengalamannya di pasar China yang sangat kompetitif akan penting untuk membantu memperkuat kehadiran Nissan di wilayah Jepang/ASEAN.

"Penunjukan kepemimpinan ini akan membawa pengalaman dan urgensi yang diperlukan untuk tindakan penanggulangan yang kami ambil untuk mengembalikan perusahaan ke jalurnya," ujar President and CEO Nissan, Makoto Uchida. 

"Dengan dukungan tim kepemimpinan kami, kami akan dengan hati-hati melaksanakan tindakan perputaran kami untuk mengamankan keuntungan yang berkelanjutan sambil berfokus pada pertumbuhan di masa depan," tambahnya.

Dikutip Reuters, Sabtu 13 Desember 2024, produksi Nissan di seluruh dunia pada Oktober 2024 menurun 6 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya, atau menjadi 290.848 kendaraan.

Produksi di AS dan China turun 15 persen, di Inggris anjlok 23 persen, dan di Jepang menyusut 4 persen. 

Hanya Meksiko yang mengalami kenaikan produksi 12 persen.

Dampaknya, seperti dilaporkan BBC, pabrikan asal Jepang itu akan memangkas 9.000 pekerjaan di seluruh dunia dalam upaya penghematan biaya, yang akan membuat produksi globalnya berkurang seperlima.

Meningkatnya persaingan di China telah menyebabkan penurunan harga, yang telah membuat banyak pembuat mobil asing di sana berjuang untuk bersaing dengan perusahaan lokal seperti BYD yang tengah naik daun.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya