Berita

Pengamat politik Ray Rangkuti/Istimewa

Politik

Kualitas Pilkada 2024 Buruk

SABTU, 14 DESEMBER 2024 | 02:46 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung di 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota telah selesai.

Sejumlah calon kepala daerah telah dinyatakan menang berdasarkan hasil perhitungan rekapitulasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum  (KPU) setempat.

Namun bukan berarti Pilkada 2024 berlangsung tanpa cela. Pasalnya, tidak sedikit hasil penghitungan suara berujung gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). 


Termasuk sejumlah masalah lain yang menghiasi pesta demokrasi ini. Seperti fenomena 37 pasangan calon tunggal yang menghadapi kotak kosong.

Karena itulah, pengamat politik Ray Rangkuti menilai kualitas Pilkada serentak 2024 terbilang buruk. 

"Belum lagi ajang debat kandidat yang berujung kericuhan, adanya politik uang yang merajalela, dan ketidaknetralan ASN meningkat," ujar Ray, dikutip Jumat 13 Desember 2024.

Ray menambahkan, sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, pihaknya sudah mengingatkan Pemerintahan Prabowo Subianto agar tidak terlibat langsung dalam pesta demokrasi tersebut.

Menurutnya, jika paslon yang didukung gagal, maka akan berpotensi menjadi oposisi bagi pemerintahan Prabowo sendiri.

"Sudah saya sampaikan bahwa sebaiknya Pak Prabowo tidak terlibat langsung dalam urusan Pilkada, karena ketika beliau mendukung paslon tertentu dan tidak menang, berarti yang tidak menang ini berpotensi menjadi oposisi bagi dirinya," papar Ray.

Dengan banyaknya paslon yang didukung Prabowo gagal, maka pemenangnya merasa tidak memiliki kewajiban politik untuk harus sejalan dengan keinginan Prabowo.

"Saya minta kepada pemerintahan baru, kalaupun tidak ada pembangunan yang signifikan, ya janganlah korupsi," pungkas Ray.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya