Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Komitmen Elite Menyetop Politik Uang Masih Sangat Lemah

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perdebatan soal mekanisme pilkada langsung oleh rakyat atau melalui DPRD seharusnya berfokus pada pemenuhan hak asasi manusia (HAM) warga negara untuk memilih pemimpinnya dan penguatan otonomi daerah.

Hal ini disampaikan pakar kepemiluan, Titi Anggraini saat menjadi narasumber dalam diskusi publik yang digelar Jaga Pemilu di Komunitas Utan Kayu, di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 13 Desember 2024.

“Pilkada adalah bagian dari relasi antara pusat dan daerah. Jangan hanya dilihat dari dinamikanya saja,” ujar Titi.


Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) itu mengakui pilkada tidak bebas dari permasalahan. Pelanggaran netralitas ASN dan politik uang merupakan isu besar, terutama pada Pilkada 2020. 

"Untuk Pilkada 2024, patut diduga ada upaya melemahkan birokrasi di tahun politik,” katanya.

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan pelanggaran pemilu, meskipun pemberitaan media menunjukkan banyak pelanggaran. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh minimnya jaminan keselamatan dan keamanan bagi pelapor.

Titi menilai komitmen elite politik untuk menyetop politik uang masih sangat lemah. Meskipun pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD, tidak ada garansi praktik ini bakal sirna.

“Kalau masyarakat menerima uang, kader partai yang memberikan juga harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya