Berita

Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong (STY)/Net

Sepak Bola

Imbang dari Laos, Kebiasaan Coba-coba STY Selalu Gagal

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 01:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengamat sepak bola nasional Kesit Budi Handoyo mengkritisi soal kebiasaan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong (STY) yang sering mengubah formasi dalam setiap pertandingan di suatu turnamen. 

Kali ini, 'coba-coba' formasi kembali dilakukan STY saat laga Indonesia vs Laos dalam pertandingan kedua Grup B Piala AFF 2024. 

Hasilnya, Skuad Garuda ditahan imbang 3-3 melawan Laos yang pada laga pertama dibantai Vietnam 1-4. Kesit menilai ini menjadi kebiasaan buruk STY baik di kelompok pemain usia muda dan senior.


"Kebiasaan dia begitu. STY maunya apa sih? di senior, di usia muda selalu seperti itu. Ini perlu jadi catatan," kata Kesit saat dihubungi wartawan, Kamis malam, 12 Desember 2024. 

Dibandingkan komposisi yang dimainkan ketika laga pertama melawan Myanmar, STY melakukan empat perubahan. 

Empat perubahan tersebut yaitu Rafael Struick, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, dan kiper Daffa Fasya yang bermain sejak menit pertama melawan Laos.

Kiper Cahya Supriadi digantikan Daffa Fasya sebagai starter. Adapun tiga bek yang diturunkan yaitu trio Kadek Arel, Muhammad Ferarri, dan Kakang Rudianto. 

Dony Tri Pamungkas bergeser ke posisinya di bek sayap kiri sedangkan sisi kanan diisi Pratama Arhan. 

Coba-coba dalam susunan pemain dan taktik yang diusung STY juga pernah dilakukan ketika Timnas menelan kekalahan 2-1 dari Tiongkok di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Qingdao Youth Stadion, Qingdao, Oktober lalu. Kesit berharap STY tidak mengulang kesalahan yang sama

"Walaupun ini usia muda, ingat Laos menurunkan pemain muda juga. Tapi mereka konsisten," ungkap Kesit.

Ia berharap agar STY tidak melakukan hal sama saat bertandang ke markas Vietnam pada 15 Desember nanti. 

"Kalau masih coba-coba, main seperti lawan Laos bisa babak belur kita. Vietnam menurunkan skuad utama," tegasnya.

"Targetnya ciptakan gol lebih dahulu. Jangan ketika lawan sudah kencang dan unggul baru bereaksi," tandas dia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya