Berita

Promosi doktoral Wakil MPR RI Eddy Soeparno di Senat Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok, Jawa Barat/RMOL

Nusantara

Sidang Promosi Doktor Eddy Soeparno Diuji 4 Pakar Politik dari UI dan UGM

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sidang terbuka promosi doktoral Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, digelar Senat Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), pada Kamis 12 Desember 2024.

Sidang pembacaan intisari dan pengujian disertasi Eddy Soeparno dipimpin Anggota Dewan Guru Besar FISIP UI, Prof. Adrianus Eliasta Meliala, M.Sc., Ph.D, di ruang Auditorium Juwono Sudarsono lantai 2 Gedung FISIP UI. 

"Dengan ini sidang terbuka senat akademik ini dibuka," ujar Prof. Adrianus sembari mengetok palu sebagai tanda sidang dimulai. 


Setelah itu, Prof. Adrianus mempersilahkan Eddy Soeparno untuk menyampaikan isi disertasinya yang berjudul "Transformasi Perubahan Partai di Indonesia: Studi Kasus Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2016-2022".

Usai disertasi dibacakan oleh calon doktor maka akan dilanjutkan dengan sesi pertanyaan oleh penyangga, yang dimana mereka merupakan pakar di bidang yang diujikan dan sudah bergelar doktor. 

Dalam sidang terbuka promosi doktor Eddy Soeparno, terdapat empat orang penyangga yang terdiri dari tiga akademisi FISIP UI, dan satu lainnya akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Tiga penguji dari FISIP UI adalah Anggota Senat FISIP UI, Dr. Sri Budi Eko Wardani, S.I.P, M.Si; pengajar dan juga Ketua Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI, Dr. Hurriyah El Islamy; dan Kepala Departemen Ilmu Politik FISIP UI, Meidi Kosandi Ph.D.

Sementara, satu akademisi dari UGM ialah Dr. Mada Sukmajati selalu Ketua Program Studi Sarjana Politik dan Pemerintahan FISIP UGM.

Promotor Eddy Soeparno untuk meraih gelar doktor ilmu politik ialah Dr. Phil Aditya Perdana, M.Si, dengan Ko-Promotor Prof. (Riset) Dr. Lili Romli, M.Si.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya