Berita

Terdakwa Robert Indarto/Ist

Hukum

KASUS TIMAH

Kuasa Hukum Robert Indarto Protes Tuntutan 14 Tahun Penjara: Overdosis

RABU, 11 DESEMBER 2024 | 12:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Direktur Utama PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS) Robert Indarto dengan 14  tahun penjara. Robert tersandung kasus korupsi tata niaga komoditas timah di Bangka Belitung.

Kuasa hukum Robert Indarto, Handika Honggowongso menilai tuntutan 14 tahun penjara terhadap kliennya overdosis atau sangat berlebihan

Pasalnya, saat PT Timah bekerja sama dengan 5 smelter pada tahun 2018 lalu sudah berstatus sebagai swasta nasional, jadi bukan BUMN.


Menurut Handika, tidak ada kerugian keuangan negara sama sekali dalam kerja sama tersebut.

"Terlebih dalam tiga tahun kerja sama dengan 5 smelter tersebut PT Timah mendapat pemasukan Rp16,7 triliun dari penjualan balok timah sebanyak 63,7 ribu ton yang dihasilkan 5 smelter," kata Handika dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Desember 2024.

Sementara ongkos yang dikeluarkan PT Timah terkait kerja sama dengan 5 semelter Rp14,2 trliun, bayar pajak dan royaliti ke negara Rp1,2 triliun.

"Artinya PT Timah masih untung sekitar Rp1,1 triliun. Dengan perhitungan seperti itu di mana ruginya PT Timah? Tapi semua fakta itu dikesampingkan JPU," kata Handika.

Selain itu, Handika juga menanggapi soal beban uang pengganti Robert Indarto Rp1,9 triliun yang disebutkan dalam persidangan.

Menurut Handika, beban tersebut juga dianggap salah kaprah dan melanggar pasal 18 UU Tipikor. Sebab dari Rp1,9 triliun, sebanyak Rp 1,6 triliun digunakan  membayar bijih timah ke para penambang yang ditunjuk PT Timah.

"Jadi yang mengelola bukan Robert Indarto," kata Handika. 

"Lalu timahnya disetorkan ke PT Timah sebanyak 16,7 ribu ton. Itu nyata dan tidak fiktif. Jadi uang itu sebenarnya tidak dinikmati oleh Robert Indarto," kata Handika.

Selanjutnya, kata Handika, senilai Rp300 miliar digunakan PT SBS untuk biaya pengolahan bijih timah sebanyak 16,7 ribu ton milik PT Timah, membayar CSR yang dikelola Harvey Moeis Rp64 miliar.

"Lalu uang lebihnya itu digunakan untuk keperluan perusahaan. Adapun hasil pengelolaan oleh PT SBS sebanyak 9,2 ribu ton balok timah sudah diserahkan ke PT Timah, jadi dimana ruginya PT Timah?“ tanya Handika.

Handika juga protes PT SBS dibebani dengan biaya kerusakan lingkungan Rp23 triliun. Padahal kliennya tidak melakukan penambangan timah dimanapun

"Itu harusnya dibebankan kepada mitra tambang, masyarakat dan PT Timah yang aktif melakukan penambangan. Aturannya kan seperti itu," pungkas Handika.



Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya