Berita

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, meresmikan Kantor Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Support Unit (RSU) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 9 Desember 2024/Dok Kementerian Perdagangan

Politik

Resmikan Kantor RCEP Support Unit, Budi Santoso: Tonggak Baru Perkuat Integrasi Ekonomi Kawasan

SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 20:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, meresmikan kantor unit pendukung Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Jakarta, pada Senin, 9 Desember 2024. 

Mendag Budi Santoso menegaskan, peresmian kantor RCEP Support Unit (RSU) menjadi tonggak baru upaya 15 negara anggota RCEP untuk memperkuat integrasi ekonomi di kawasan.

Peresmian turut dihadiri Dutabesar China untuk ASEAN, Hou Yanqi, sebagai perwakilan negara mitra RCEP, sejumlah Dutabesar negara anggota RCEP untuk ASEAN, dan anggota  Komite Perwakilan Tetap ASEAN. 


Turut mendampingi Mendag Budi Santoso, yakni  Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono serta Direktur Perundingan ASEAN Dina Kurniasari selaku Ketua ASEAN untuk Komite Bersama RCEP.

"Peresmian kantor RSU ini menandai tonggak baru dalam upaya bersama dari 15 negara anggota RCEP untuk memperkuat integrasi ekonomi di kawasan. Walaupun baru diresmikan, RSU yang telah beroperasi pada 2 Desember 2024 merupakan pengaturan kelembagaan yang bersifat interim sebagai unit khusus di Sekretariat ASEAN,” ungkap   Mendag Budi Santoso dalam keterangannya, Selasa, 10 Desember 2024. 

Pembentukan RSU merupakan mandat pertemuan inaugurasi Menteri RCEP yang telah dilaksanakan pada  17 September 2022 di Kamboja. Mandat ini berhasil ditindaklanjuti Indonesia sebagai salah satu Capaian Prioritas Ekonomi (PED) saat masa Keketuaan Indonesia untuk ASEAN pada tahun 2023 guna memastikan implementasi RCEP yang lebih efektif dan efisien.

"Indonesia sebagai Ketua RCEP untuk ASEAN berkomitmen memastikan RCEP dapat diimplementasikan secara efektif  dan efisien. Dengan kerja sama dan kolaborasi yang erat, saya yakin kita dapat memastikan implementasi RCEP  yang lebih tangguh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha di kawasan,” tambah Mendag Budi Santoso. 

Mendag berharap, dukungan dan kepercayaan seluruh negara anggota RCEP dan Sekretariat ASEAN agar RSU dapat beroperasi secara maksimal di bawah kepemimpinan Taufiq Arfi Wargadalam. Taufiq merupakan perwakilan dari Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan yang telah terpilih sebagai Direktur Eksekutif RSU.

“Melalui kerja sama dan kolaborasi, Kami yakin operasionalisasi RSU dapat berjalan lancar sehingga implementasi RCEP sebagai Mega Free Trade Agreement (FTA) dapat terwujud,” pungkas Mendag Budi Santoso.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya