Berita

Foto demonstrasi di Kashmir memperjuangkan nasib kelompok minoritas Hindu di Bangladesh.

Dunia

Kelompok Minoritas di Jammu Kashmir Minta PBB Tidak Bungkam Hadapi Penindasan Bangladesh

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 20:28 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Masyarakat Jammu dan Kashmir di India menyesalkan tekanan yang dihadapi kelompok minoritas di Bangladesh. Keprihatinan ini mereka sampaikan dalam demonstrasi di Srinagar hari Minggu, 8 Desember 2024.

Kelompok minoritas Kashmir juga menyerahkan memorandum kepada Letnan Gubernur J&K, Manoj Sinha, dan meminta agar surat itu diserahkan kepada otoritas terkait.

Aktivis sosial Anita Chandpuri dalam aksi itu mempertanyakan sikap PBB yang "bungkam" menyaksikan penindasan umat Hindu di Bangladesh. Anita mengatakan, pihaknya akan terus membawa persoalan ini ke arena global yang lebih luas.


“Di mana PBB? Kami ingin suara kami sampai ke Perdana Menteri Narendra Modi dan PBB. Kami akan mengadakan pawai yang lebih besar di seluruh negeri jika diperlukan,” katanya.

Dalam aksi yang sama, aktivis sosial Chand Ji menegaskan harapan agar pemerintah India membuka jalur diplomatik mereka dengan Bangladesh untuk menyelamatkan kelompok minoritas Hindu di Bangladesh.

"Kami berunjuk rasa karena kami telah mengalami penderitaan yang sama selama 35 tahun terakhir. Kami berharap pemerintah India membuka jalur diplomatik mereka dengan Bangladesh dan memenuhi tugas mereka terhadap kaum minoritas Bangladesh," katanya dikutip dari Latestly.com.

Selain di Srinagar, protes juga digelar kelompok Sanatan Dharma Sabha di Poonch. Dalam aksi itu demonstran sempat membakar patung Kepala Penasihat Pemerintah Sementara di Bangladesh, Mohammad Yunus, yang juga pernah menerima Hadiah Novel bidang Ekonomi.

Para pengunjuk rasa mengimbau pemerintah India untuk campur tangan dan menghentikan pembunuhan terhadap umat Hindu dan penghancuran kuil Hindu di Bangladesh.

Khususnya, telah terjadi beberapa serangan terhadap umat Hindu dan kaum minoritas lainnya oleh elemen ekstremis di Bangladesh. Ada pula kasus pembakaran dan penjarahan rumah-rumah kaum minoritas serta vandalisme dan penodaan dewa-dewi dan kuil.

Sebelumnya, India telah menyampaikan penyesalan atas penangkapan Shri Chinmoy Krishna Das, yang juga merupakan juru bicara Bangladesh Sammilit Sanatan Jagran Jote, pada 26 November lalu.

India telah mendesak otoritas Bangladesh untuk memastikan keselamatan dan keamanan umat Hindu dan semua kaum minoritas, termasuk hak mereka untuk kebebasan berkumpul dan berekspresi secara damai.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya