Berita

Poster Bashar Al-Assad yang dihancurkan/Net

Dunia

Ini Alasan Kenapa Rezim Assad Digulingkan dengan Cepat

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 09:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah lebih dari 50 tahun berkuasa, pemerintahan kelurga Assad di Suriah runtuh secara mencengangkan hanya dalam sepekan oleh pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Hay'at Tahrir al-Sham (HTS). 

Pasukan HTS dan sekutunya berhasil memasuki ibu kota dengan sedikit atau tanpa perlawanan pada hari Minggu, 8 Desember 2024, saat tentara Suriah menyerah dan Presiden Bashar al-Assad dilaporkan kabur dari negara itu. 

Kecepatan penggulingan Assad menyoroti keberhasilan pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani dalam menopang pemberontakan. 


Ini juga mengungkap kelemahan rezim Assad dan betapa bergantungnya mereka pada dukungan dari Iran dan Rusia, yang pada saat genting tidak kunjung datang.

Tentara Suriah Melemah karena Gaji Kecil

Tentara Assad telah menyusut menjadi tidak lebih dari sekadar cangkang kosong setelah 14 perang yang menewaskan lebih dari setengah juta orang.

Pada tahun-tahun awal perang, para ahli mengatakan kombinasi dari korban jiwa, pembelotan, dan penghindaran wajib militer menyebabkan militer kehilangan sekitar setengah dari 300.000 pasukannya. 

Korup dan kehilangan semangat, tentara terkejut ketika pemberontak tiba-tiba keluar dari benteng pertahanan mereka di provinsi Idlib pada tanggal 27 November. 

Seorang pakar Suriah di Institut Prancis untuk Urusan Internasional dan Strategis, David Rigoulet-Roze mengungkap bahwa tentara yang digaji rendah dilaporkan melakukan aksi kriminal seperti mencuri untuk bertahan hidup, dan banyak pemuda menghindari wajib militer. 

"Sejak 2011, tentara Suriah menghadapi pengurangan tenaga kerja, peralatan, dan moral," kata dia seperti dimuat AFP. 

Pada hari Rabu, 27 Desember 2024, Assad memerintahkan kenaikan gaji tentara karier sebesar 50 persen dalam upaya putus asa untuk memperkuat tentaranya yang sedang hancur. 

Namun dengan ekonomi Suriah yang hancur, gaji tentara hampir tidak ada nilainya dan langkah itu tidak banyak berdampak.

Sekutu Melemah dan Sibuk dengan Perangnya Masing-Masing

Selama bertahun-tahun, Assad sangat bergantung pada dukungan militer, politik, dan diplomatik dari sekutu utama Rusia dan Iran. 

Dengan bantuan mereka, rezim tersebut merebut kembali wilayah yang hilang setelah konflik meletus pada tahun 2011, dan intervensi Rusia tahun 2015 dengan kekuatan udara mengubah gelombang perang yang menguntungkan Assad.

Namun, serangan pemberontak baru-baru ini terjadi saat Rusia masih terperosok dalam perangnya di Ukraina, dan serangan udaranya kali ini gagal menahan pemberontak yang dipimpin kaum Islamis yang menguasai sebagian besar wilayah negara itu.

"Rusia ingin lebih banyak membantu rezim Suriah, tetapi sumber daya militer mereka di Suriah sangat berkurang akibat perang yang sedang berlangsung di Ukraina," kata pakar Timur Tengah, Wassim Nasr.

Sekutu utama Assad lainnya, Iran, telah lama menyediakan penasihat militer bagi angkatan bersenjata Suriah dan mendukung kelompok bersenjata pro-pemerintah di lapangan. 

Namun, Iran dan kelompok sekutunya mengalami kemunduran besar dalam pertempuran dengan Israel tahun ini dan ini memberi pemberontak Suriah kesempatan untuk menyerang Assad yang terisolasi.

“Pemberontak Suriah memiliki hutang darah yang panjang dengan Iran dan serangan itu terjadi sekarang karena Iran dan sekutunya terlalu lemah untuk terus memperkuatrezim Suriah,” jelas Nasr. 

Hizbullah Tidak Ikut Turun Tangan


Pasukan proksi Lebanon milik Iran, Hizbullah, secara terbuka mendukung Damaskus di lapangan sejak 2013, dengan mengirim ribuan pejuang melintasi perbatasan untuk memperkuat tentara Suriah. 

Namun, para pemberontak melancarkan serangan mereka akhir bulan lalu pada hari yang sama ketika gencatan senjata mulai berlaku antara Israel dan Hizbullah, setelah lebih dari setahun permusuhan di Lebanon.

Hizbullah telah memindahkan banyak pejuangnya dari Suriah ke Lebanon selatan untuk berhadapan dengan Israel, sehingga melemahkan kehadirannya di negara tetangga tersebut. 

Pertempuran tersebut menghancurkan kepemimpinan Hizbullah, dengan pemimpin lama kelompok tersebut Hassan Nasrallah, calon penggantinya, dan serangkaian komandan senior tewas dalam serangan udara Israel.

Pada hari Minggu, 8 Desember 2024, ketika pemberontak Suriah menyerbu Damaskus tanpa perlawanan, seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kelompok itu menarik pasukannya yang tersisa dari pinggiran ibu kota dan daerah Homs di dekat perbatasan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya