Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

GM Bakal Tanggung Beban Usaha Miliaran Dolar AS dari Operasional di China

KAMIS, 05 DESEMBER 2024 | 13:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen mobil General Motors mencatat dua biaya non-tunai dengan total lebih dari 5 miliar Dolar AS pada usaha patungannya di China, satu terkait dengan restrukturisasi operasi dan yang lainnya mencerminkan penurunan nilainya.

Perusahaan telah memberitahu pemegang saham terkait hal ini, di tengah upayanya bersaing dengan produsen mobil China, pasar mobil terbesar di dunia.

Divisi GM China, yang dulunya merupakan mesin laba bagi perusahaan Detroit, kini merugi. 


Perusahaan tersebut memperkirakan biaya sebesar 2,6 miliar Dolar AS hingga 2,9 miliar Dolar AS untuk biaya restrukturisasi, dan biaya sebesar 2,7 miliar Dolar AS untuk penurunan nilai usaha patungan.

"Beberapa biaya terkait dengan penutupan pabrik dan optimalisasi portofolio," kata perusahaan, dikutip dari Reuters, Kamis 5 Desember 2024. 

Kepala Keuangan GM Paul Jacobson mengatakan upaya restrukturisasi tersebut berada pada tahap akhir selama konferensi analis pada Rabu.

Kepala keuangan tersebut mengatakan GM berupaya untuk memperoleh laba di Tiongkok tahun depan dan yakin bahwa usaha patungannya dapat direstrukturisasi tanpa dana tambahan.

Tuduhan tersebut merupakan "keputusan sulit" yang akan memungkinkannya "menguntungkan dalam skala yang lebih kecil," kata Jacobson.

Saham produsen mobil AS itu turun sekitar 0,5 persen.

GM bermitra dengan SAIC Motors di Tiongkok untuk membangun kendaraan Buick, Chevrolet, dan Cadillac.

Dewan perusahaan memutuskan bahwa biaya non-tunai diperlukan di tengah "tindakan restrukturisasi tertentu" dengan usaha patungan tersebut, menurut pengajuan perusahaan.

GM belum mengungkapkan rincian restrukturisasi tersebut. Sebagian besar biaya akan dicatat dalam laba kuartal keempat perusahaan, mengurangi laba bersih tetapi tidak mengurangi hasil yang disesuaikan, kata juru bicara GM.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya