Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube General Motors)

Bisnis

GM Bakal Tanggung Beban Usaha Miliaran Dolar AS dari Operasional di China

KAMIS, 05 DESEMBER 2024 | 13:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen mobil General Motors mencatat dua biaya non-tunai dengan total lebih dari 5 miliar Dolar AS pada usaha patungannya di China, satu terkait dengan restrukturisasi operasi dan yang lainnya mencerminkan penurunan nilainya.

Perusahaan telah memberitahu pemegang saham terkait hal ini, di tengah upayanya bersaing dengan produsen mobil China, pasar mobil terbesar di dunia.

Divisi GM China, yang dulunya merupakan mesin laba bagi perusahaan Detroit, kini merugi. 


Perusahaan tersebut memperkirakan biaya sebesar 2,6 miliar Dolar AS hingga 2,9 miliar Dolar AS untuk biaya restrukturisasi, dan biaya sebesar 2,7 miliar Dolar AS untuk penurunan nilai usaha patungan.

"Beberapa biaya terkait dengan penutupan pabrik dan optimalisasi portofolio," kata perusahaan, dikutip dari Reuters, Kamis 5 Desember 2024. 

Kepala Keuangan GM Paul Jacobson mengatakan upaya restrukturisasi tersebut berada pada tahap akhir selama konferensi analis pada Rabu.

Kepala keuangan tersebut mengatakan GM berupaya untuk memperoleh laba di Tiongkok tahun depan dan yakin bahwa usaha patungannya dapat direstrukturisasi tanpa dana tambahan.

Tuduhan tersebut merupakan "keputusan sulit" yang akan memungkinkannya "menguntungkan dalam skala yang lebih kecil," kata Jacobson.

Saham produsen mobil AS itu turun sekitar 0,5 persen.

GM bermitra dengan SAIC Motors di Tiongkok untuk membangun kendaraan Buick, Chevrolet, dan Cadillac.

Dewan perusahaan memutuskan bahwa biaya non-tunai diperlukan di tengah "tindakan restrukturisasi tertentu" dengan usaha patungan tersebut, menurut pengajuan perusahaan.

GM belum mengungkapkan rincian restrukturisasi tersebut. Sebagian besar biaya akan dicatat dalam laba kuartal keempat perusahaan, mengurangi laba bersih tetapi tidak mengurangi hasil yang disesuaikan, kata juru bicara GM.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya