Berita

Warga sipil Palestina yang terluka, termasuk anak-anak, dibawa ke Rumah Sakit al-Ahli untuk perawatan medis menyusul serangan Israel di Kota Gaza, pada hari Rabu, 4 Desember 2024

Global

Amnesty International Kantongi Bukti Genosida Israel di Jalur Gaza

KAMIS, 05 DESEMBER 2024 | 11:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan yang dirilis Amnesty International berjudul "Anda Merasa Seperti Anda Submanusia: Genosida Israel terhadap Warga Palestina di Gaza" pada Kamis, 5 Desember 2024 menunjukkan bukti bahwa Israel memang benar-benar melakukan kejahatan kemanusiaan di wilayah tersebut. 

Berdasarkan wawancara saksi yang ekstensif, analisis bukti visual dan digital, termasuk citra satelit, dan pernyataan yang dibuat oleh pejabat senior pemerintah dan militer Israel, Amnesty dapat menyimpulkan bahwa perang Israel di Gaza memenuhi ambang batas hukum untuk genosida. 

Amnesty menyebut militer Israel telah melakukan sedikitnya tiga dari lima tindakan yang dilarang oleh Konvensi Genosida 1948, termasuk pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil, yang menyebabkan cedera fisik atau mental yang serius, dan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan yang dapat mengakibatkan kehancuran fisik bagi warga Palestina di Gaza.


"Bulan demi bulan, Israel telah memperlakukan warga Palestina di Gaza sebagai kelompok submanusia yang tidak layak mendapatkan hak asasi manusia dan martabat, yang menunjukkan niatnya untuk menghancurkan mereka secara fisik," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, seperti dimuat Al Jazeera.

Callamard mengatakan penelitian mereka mengungkap bahwa selama berbulan-bulan, Israel terus melakukan tindakan genosida, meskipun menyadari sepenuhnya kerusakan yang tak tergantikan yang ditimbulkannya terhadap warga Palestina di Gaza.

"Itu terus dilakukan meskipun ada peringatan yang tak terhitung jumlahnya tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan dan keputusan yang mengikat secara hukum dari Mahkamah Internasional (ICJ) yang memerintahkan Israel untuk mengambil tindakan segera guna memungkinkan penyediaan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza," ungkapnya.

Mempertimbangkan konteks perampasan, apartheid, dan pendudukan militer yang melanggar hukum yang telah ada sebelumnya, di mana kejahatan militer Israel terhadap penduduk sipil Gaza telah dilakukan, Callamard menemukan satu kesimpulan yang masuk akal bahwa niat Israel adalah penghancuran fisik warga Palestina di Gaza.

"Temuan kami yang memberatkan ini harus menjadi peringatan bagi masyarakat internasional: ini adalah genosida. Ini harus dihentikan sekarang juga," tegasnya. 

Selain itu, menurut laporan Amnesty, Argumen militer Israel bahwa mereka secara sah menargetkan Hamas dan pejuang lain yang berada di antara penduduk sipil Gaza dan bahwa mereka tidak secara sengaja menargetkan orang Palestina tidak dapat dibuktikan. 

"Kehadiran pejuang Hamas di dekat atau di dalam wilayah berpenduduk padat tidak membebaskan Israel dari kewajibannya untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang layak guna menyelamatkan warga sipil dan menghindari serangan yang membabi buta atau tidak proporsional," kata kelompok hak asasi manusia tersebut.

“Terlepas dari apakah Israel melihat penghancuran warga Palestina sebagai instrumen untuk menghancurkan Hamas atau sebagai hasil sampingan yang dapat diterima dari tujuan ini, pandangan bahwa warga Palestina dapat dibuang dan tidak layak dipertimbangkan merupakan bukti adanya niat genosida,” tambah Amnesty.

Pihak berwenang Israel belum menanggapi laporan Amnesty. Mereka secara konsisten menolak tuduhan melakukan genosida di Gaza, dengan mengklaim bahwa mereka bertindak untuk membela diri setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober.

Lebih dari 100 pernyataan oleh pejabat militer dan pemerintah Israel ditinjau dalam laporan tersebut yang merendahkan martabat orang Palestina, menyerukan atau membenarkan tindakan genosida atau kejahatan lain terhadap mereka.

Dari pernyataan tersebut, 22 di antaranya dibuat oleh pejabat senior yang bertugas mengelola perang di Gaza dan tampaknya menyerukan, atau membenarkan, tindakan genosida, dengan memberikan bukti langsung adanya niat genosida.

Amnesty mengatakan masyarakat internasional juga bersalah atas kegagalan menekan Israel untuk mengakhiri kekejamannya di Gaza.

Dengan menunda seruan untuk gencatan senjata di Gaza dan terus mengirim senjata ke Israel, kegagalan masyarakat internasional akan tetap menjadi noda pada hati nurani kolektif kita," pungkas Amnesty.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya