Berita

Kepala Badan POM RI, Prof Taruna Ikrar, bersama pejabat tinggi pratama BPOM mengunjungi pabrik Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia di Sentul, Jawa Barat/Istimewa

Politik

Kepala Badan POM Berharap Danone SN Indonesia Ikut Mendukung Program Pemerintah

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 15:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kunjungan Kepala Badan POM RI, Prof Taruna Ikrar, bersama sejumlah pejabat tinggi pratama BPOM ke pabrik Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia di Sentul, Jawa Barat, Senin 2 Desember 2024, diharapkan bisa mendukung program pemerintah terkait gizi dan kesehatan. 

Di mana kunjungan kali ini bertujuan untuk melihat langsung rantai pasokan, proses produksi, dan sistem pemantauan di pabrik Danone SN Indonesia. Pun menjadi ajang diskusi mengenai program kolaborasi yang diinisiasi Danone SN Indonesia untuk mendukung inisiatif pemerintah. 

Beberapa program yang dibahas antara lain pemberdayaan UMKM melalui program Orang Tua Angkat (OTA) dan program ‘Makan Bergizi Generasi Maju’, yang merupakan uji coba penyediaan makanan bergizi lengkap dengan susu bubuk fortifikasi yang dilaksanakan di Yogyakarta.


“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Kepala Badan POM RI beserta jajarannya untuk mengunjungi dan melihat langsung fasilitas serta proses produksi kami yang telah menjadi bagian dari masyarakat selama 70 tahun. Semua produk di Danone SN Indonesia yaitu SGM Eksplor, Bebelac, dan Nutrilon Royal diproduksi 100 persen di Indonesia dan telah memenuhi standar BPOM, serta sertifikasi halal dari BPJPH atau LPPOM MUI,” ujar CEO Danone SN Indonesia, Lee Meng Thoong, dalam keterangannya, Rabu, 4 Desember 2024.

Melalui kunjungan ini, Danone SN Indonesia menunjukkan komitmen dalam menghadirkan produk nutrisi yang aman, sehat, berkualitas, higienis, dan halal. Karena setiap produk telah melalui proses penelitian dan pengembangan serta sistem produksi yang terintegrasi untuk memastikan konsumen mendapatkan kualitas terbaik.

Sementara itu Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan soal keadaan ekonomi global dan nasional saat ini membutuhkan kolaborasi yang nyata antara berbagai pihak, di antaranya pelaku industri dan pemerintah.

"Kondisi ekonomi global saat ini bervariasi, dengan beberapa negara mengalami peningkatan dan penurunan. Pertumbuhan Indonesia sekitar 5,6 persen, sementara pertumbuhan ekonomi global sekitar 2,5 persen. Oleh karena itu, kondisi Indonesia melalui Asa Cita Prabowo-Gibran difokuskan pada kemandirian pangan, pentingnya energi terbarukan, hilirisasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap, Danone dapat berpartisipasi dan berkontribusi mendukung program-program pemerintah,” tuturnya. 

Taruna Ikrar juga berharap para pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang baik untuk masyarakat. 

“Kunjungan kami bertujuan untuk melihat supply chain, praktik manufaktur, dan proses monitoring di pabrik Danone. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kolaborasi terkait program Makan Bergizi Gratis dan pendampingan UMKM. Mengingat di Indonesia terdapat 64 juta UMKM, namun baru 60 ribu yang terdaftar,” paparnya. 

Danone SN Indonesia mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk Gerakan Bersama Cegah Stunting dan uji coba makan bergizi gratis melalui program ‘Makan Bergizi Generasi Maju’ untuk anak-anak PAUD, TK, dan SD yang dilakukan pada September hingga Desember 2024 di Yogyakarta. 

Program ini meliputi pemberian makan bergizi yang dilengkapi dengan susu bubuk fortifikasi dengan kombinasi unik zat besi dan vitamin C, untuk membantu penyerapan zat besi hingga 2 kali lipat. Lalu juga ada edukasi gizi seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Program minim sampah yang mendukung konsep zero waste, serta pengukuran dampak sosio-ekonomi bagi masyarakat.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya