Berita

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-Yeol/Net

Global

Presiden Korea Selatan Umumkan Darurat Militer

SELASA, 03 DESEMBER 2024 | 21:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-Yeol secara tiba-tiba mengumumkan status darurat militer di televisi nasional pada Selasa malam, 3 Desember 2024. 

Pada kesempatan itu, Yoon menuduh partai oposisi utama Korea Selatan bersimpati dengan Korea Utara dan melakukan kegiatan yang merugikan negara. 

Yoon merujuk pada mosi dari oposisi Partai Demokrat, yang memiliki mayoritas di parlemen, untuk memakzulkan jaksa penuntut umum dan menolak usulan anggaran pemerintah.


Presiden Korea Selatan itu menuduh oposisi berusaha mengubah negara menjadi "surga narkoba" dan menciptakan keadaan tidak teratur yang merugikan keselamatan dan mata pencaharian publik. 

Ia lebih lanjut mengklaim tindakan-tindakan ini telah melumpuhkan urusan negara dan mengubah Majelis Nasional menjadi sarang penjahat.

"Majelis Nasional telah menjadi monster yang merusak demokrasi liberal, dan negara berada dalam keadaan yang genting, berada di ambang kehancuran," tegasnya. 

Yoon menggambarkan darurat militer sebagai tindakan yang diperlukan untuk membasmi pasukan anti-negara pro-Utara yang tidak tahu malu ini.

Ia membenarkan keputusan tersebut sebagai hal yang penting untuk melindungi kebebasan dan keselamatan rakyat, memastikan keberlanjutan negara, dan mewariskan negara yang stabil kepada generasi mendatang.

"Kami akan melenyapkan pasukan anti-negara dan memulihkan negara ke keadaan normal secepat mungkin," ujar Yoon untuk meyakinkan masyarakat. 

Menurut penyiar lokal YTN TV, juru bicara parlemen sedang dalam perjalanan ke parlemen dan berencana untuk mengadakan sidang. 

Namun, kantor berita Yonhap melaporkan bahwa pintu masuk ke parlemen diblokir dan anggota parlemen tidak dapat masuk.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya