Berita

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Judha Nugraha dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 31 Oktober 2024/RMOL

Global

KBRI Kuala Lumpur Terus Pantau Kondisi WNI di Tengah Banjir Malaysia

SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 19:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Belum ada informasi mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak banjir di wilayah Kelantan, Malaysia. 

Kabar itu diungkap oleh Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha dalam sebuah pernyataan pada Senin, 2 Desember 2024. 

Merujuk pada informasi dari Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Judha menyebut upaya pemantauan terhadap kondisi WNI di sekitar lokasi banjir akan terus dilakukan. 


KBRI Kuala Lumpur juga senantiasa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak setempat dan beberapa WNI yang berada di wilayah tersebut.

"KBRI Kuala Lumpur memantau dengan seksama perkembangan bencana alam banjir yang terjadi di wilayah Kelantan, Malaysia," paparnya. 

Dikatakan Judha, sejak banjir melanda Malaysia beberapa hari jelang akhir pekan, belum ada WNI yang dilaporkan terdampak. 

"Hingga saat ini, belum terdapat informasi adanya WNI yang terdampak bencana alam tersebut," ungkapnya merujuk pada laporan KBRI Kuala Lumpur. 

Judha mengimbau agar para WNI terus waspada dan melaporkan situasi dan kondisi mereka jika membutuhkan bantuan.

"Hotline KBRI Kuala Lumpur yang bisa dihubungi yaitu +60 17-668 8032," lampirnya.  

Jumlah korban tewas akibat banjir besar di Malaysia telah meningkat menjadi enam, dengan dua kematian lagi dilaporkan pada hari Senin, 2 Desember 2o4. 

Menurut Bernama, korban tewas terbaru dilaporkan dari kota Machang yang dilanda banjir di negara bagian Kelantan.

Namun, jumlah orang yang mengungsi di seluruh negeri telah sedikit menurun, dari 150.000 menjadi hampir 140.000.

Menurut data dari Badan Manajemen Bencana Nasional, negara bagian Kelantan adalah yang paling parah dilanda banjir, dengan 96.743 orang dievakuasi setiap bencana itu terjadi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya