Berita

Seorang prajurit Ukraina dari unit pertahanan udara mobile anti-drone menggunakan perangkat ponselnya di dekat meriam anti-pesawat ZU-23-2/Reuters.

Dunia

AS Enggan Kembalikan Senjata Nuklir ke Ukraina

Laporan: Chiesa Arin Selomita
SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 12:02 WIB

Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak berencana mengembalikan senjata nuklir ke Ukraina. Pernyataan ini muncul setelah adanya spekulasi tentang kemungkinan pengembalian senjata tersebut ke Ukraina pasca runtuhnya Uni Soviet.

“Hal itu tidak sedang dipertimbangkan, tidak sama sekali. Apa yang kami lakukan adalah meningkatkan kapasitas konvensional untuk Ukraina agar mereka dapat mempertahankan diri secara efektif dan menghadapi Rusia, bukan memberikan kemampuan nuklir kepada mereka,” ujar Jake Sullivan,  Penasihat Keamanan Nasional di Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Senin, 2 Desember 2024.

Keputusan Amerika Serikat ini merespons pernyataan artikel di New York Times bulan lalu, bahwa beberapa pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya, mengusulkan kepada Presiden Joe Biden untuk memberikan senjata nuklir kepada Ukraina sebelum akhir masa jabatannya.


Namun, Gedung Putih menegaskan fokus mereka adalah memperkuat pertahanan Ukraina dengan bantuan persenjataan konvensional.

Sementara itu, keputusan tersebut juga mendapat perhatian dari Rusia pekan lalu. Dalam hal ini, pemerintah Rusia menyebut gagasan untuk memberikan senjata nuklir kepada Ukraina sebagai “kegilaan mutlak” dan mengklaim bahwa mencegah skenario tersebut adalah salah satu alasan mereka mengirim pasukan ke Ukraina.

Sebelumnya, Ukraina telah mewarisi senjata nuklir dari Uni Soviet setelah kejatuhan negara tersebut pada tahun 1991. Namun, senjata-senjata itu diserahkan kembali melalui perjanjian Memorandum Budapest pada tahun 1994. 

Sebagai gantinya, Ukraina menerima jaminan keamanan dari Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Namun, invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 membuat jaminan tersebut dipertanyakan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya